Religi

Jelang Ramadan 1447 H, Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Salurkan 4.5 Ton Kurma ke 273 Lembaga Islam

899
×

Jelang Ramadan 1447 H, Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Salurkan 4.5 Ton Kurma ke 273 Lembaga Islam

Sebarkan artikel ini
Suasana pendistribusian kurma di masjid kembar Ponpes Al Ishlah. Rabu, 18/2/2026.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas sosial keagamaan mulai menggeliat di berbagai daerah. Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, salah satu pondok pesantren menyalurkan bantuan kurma dalam jumlah besar kepada ratusan lembaga Islam sebagai bagian dari penguatan solidaritas umat.

Pondok Pesantren Al-Ishlah yang berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, menyalurkan 448 kotak kurma dengan total berat sekitar 4,5 ton pada Rabu (18/2/2026).

Example 300x600

Penyaluran dipusatkan di Masjid Kembar kompleks pesantren dan melibatkan santri serta perwakilan lembaga penerima dari berbagai wilayah.

BACA JUGA :
Trend Pernikahan Dini di Bondowoso Meningkat

Bantuan tersebut berasal dari donatur luar negeri, termasuk dari Singapura, serta para dermawan dari sejumlah daerah di Indonesia. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram kurma yang didistribusikan kepada santri, lembaga pendidikan Islam, masjid, mushalla, hingga jamaah pengajian.

Pimpinan Ponpes Al-Ishlah, KH. Toha Yusuf Zakaria, menyatakan bahwa jumlah bantuan tahun ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

“Total yang dibagikan 448 kotak, masing-masing 10 kilogram, sehingga keseluruhan mencapai sekitar 4 ton 480 kilogram,” ujarnya.

Distribusi kurma disebut menjangkau sedikitnya 273 lembaga pendidikan Islam, mulai dari pondok pesantren, Raudhatul Athfal (RA), hingga majelis taklim.

BACA JUGA :
Anak Berusia 14 Tahun di Bondowoso, Disetubuhi Hingga Hamil 6 Bulan

Sebagian bantuan juga dialokasikan untuk mendukung kegiatan pesantren Ramadan yang melibatkan sekitar lima sekolah.Dalam catatan pengelola, program berbagi kurma telah menjadi agenda rutin tahunan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah bantuan berada di kisaran tiga hingga empat ton. Tahun ini menjadi capaian tertinggi dengan mendekati 4,5 ton.

KH. Toha menegaskan, bantuan disalurkan tanpa membedakan latar belakang organisasi keagamaan. Menurutnya, pesantren terbuka bagi seluruh kalangan umat Islam dan berkomitmen memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan sosial.

BACA JUGA :
Miris, Karena Tidak Memiliki BPJS, Seluruh Biaya Pengobatan Riska Warga Tanggul Angin Bondowoso Dibayar dari Hasil Donasi Makelar Akherat

Selain menyasar lembaga pendidikan dan rumah ibadah, distribusi juga diarahkan ke wilayah terpencil, terutama daerah pegunungan yang jarang mendapatkan akses terhadap kurma.

“Masih ada saudara kita yang belum pernah merasakan kurma. Ketika menerima, mereka sangat bahagia. Itulah semangat berbagi yang ingin kami hadirkan di bulan Ramadan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tren meningkatnya partisipasi lembaga pendidikan Islam dalam aksi sosial menjelang Ramadan, sekaligus mempertegas peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan dan solidaritas umat di tingkat daerah.