Kesehatan

Tekan Stunting dan AKI–AKB di Jember, Camat Jenggawah Perkuat Pendataan Digital KIA

908
×

Tekan Stunting dan AKI–AKB di Jember, Camat Jenggawah Perkuat Pendataan Digital KIA

Sebarkan artikel ini
Camat Jenggawah Soetjahyo di Tengah, Kamis (19/2/2026).

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Jenggawah mulai bergerak aktif menjalankan Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak dengan menerjunkan tenaga kesehatan langsung ke lapangan.

Example 300x600

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ibu hamil dan balita berisiko stunting terdata serta mendapatkan penanganan lebih dini, Kamis (19/2/2026).

Camat Jenggawah, Soetjahyo menegaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti arahan Bupati Jember terkait pengerahan 1.200 tenaga kesehatan di seluruh wilayah.

“Fokus utama program tersebut adalah menemukan ibu hamil dan bayi balita yang mengalami stunting atau berisiko tinggi, kemudian membawa mereka ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Tjahyo.

BACA JUGA :
Klinik Platinum RSD dr Soebandi Jember Tawarkan Layanan Cepat Tanpa Antre

Penerjunan 1.200 tenaga kesehatan ini salah satu tujuan utamanya adalah menemukan ibu hamil dan bayi balita stunting, kemudian dibawa ke puskesmas untuk diperiksa dan dicatat dalam Buku KIA.

“Pencatatan dilakukan dalam dua bentuk, yakni fisik yang dipegang oleh ibu hamil serta data digital yang dikirim kepada dokter spesialis kandungan dan spesialis anak untuk dianalisis lebih lanjut,” imbuhnya.

Kata Tjahyo, Dari data itu akan diketahui mana ibu hamil berisiko tinggi dan bagaimana klasifikasi bayi stunting, apakah karena penyakit, faktor kecelakaan, atau penyebab lainnya.

“Jadi tugas tenaga kesehatan benar-benar diarahkan sesuai tujuan utama program,” ucap Tjahyo.

BACA JUGA :
Kelangkaan Stok BBM di Jember, Gus Fawait Gerak Cepat Koordinasi dengan Pertamina Suplai dari Malang dan Surabaya

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang menerapkan pola kerja satu komando lintas sektor dalam menekan angka stunting serta kematian ibu dan bayi.

“Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan dikerahkan setelah evaluasi menunjukkan, bahwa penanganan selama ini berjalan terpisah antarinstansi, sehingga hasilnya belum optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menilai persoalan kesehatan ibu dan anak di daerahnya sudah berada pada level krisis, mengingat Jember kerap menempati peringkat atas angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI–AKB) di Jawa Timur.

BACA JUGA :
Bansos di Desa Balung Kidul Jember Mendapat Perhatian, Anggota DPR RI Komisi VIII Tidak Mau di Konfirmasi

“Karena itu, pemerintah daerah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh KB, camat, pemerintah desa, hingga TNI dan Polri,” ujar Gus Fawait.

Selain fokus pada penanganan di lapangan, Pemkab Jember juga menyiapkan sistem evaluasi berkala setiap tiga bulan terhadap kinerja organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala puskesmas. Penurunan angka stunting serta AKI–AKB akan menjadi indikator utama keberhasilan program tersebut.

“Berharap upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memastikan setiap ibu hamil dan anak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai sejak dini,” tuturnya.