TAPANULI TENGAH, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Tengah guna meninjau lokasi terdampak bencana serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.26/2/26.
Kunjungan kerja tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam penanganan dampak bencana alam sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur vital bagi masyarakat.
Rombongan tiba di Bandara Dr. F.L. Tobing, Kecamatan Pinangsori, pada pukul 11.07 WIB dan disambut oleh Danrem 023/KS, Bupati Tapanuli Tengah, Dandim 0211/TT, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Setelah penyambutan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, untuk melakukan briefing singkat bersama Menteri PU terkait rencana teknis perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) pascabencana.
Peninjauan lapangan difokuskan pada kondisi tanggul dan alur sungai di wilayah tersebut, yang selama ini kerap meluap saat terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
Kasum TNI juga meninjau kondisi hulu Sungai Aek Arse sebagai salah satu sumber aliran air yang berpotensi membawa material sedimen saat hujan lebat.
Selain itu, rombongan melihat langsung kondisi jembatan yang putus di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, yang mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat setempat.
Kunjungan kerja dilanjutkan ke lokasi hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) di Asrama Haji, Kecamatan Pinangsori, untuk memastikan kondisi tempat tinggal warga terdampak bencana.
Dalam keterangannya, Kasum TNI yang juga menjabat Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanganan bencana.
“Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana serta percepatan perbaikan infrastruktur di Tapanuli Tengah,” ujar Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.
Sementara itu, Menteri PU menyampaikan bahwa normalisasi sungai di Kelurahan Hutanabolon sudah mulai dilakukan, meski masih bersifat darurat dan perlu percepatan penyelesaian secara permanen.
Menteri PU juga menegaskan perlunya percepatan pembangunan DAM di Sungai Aek Sigala-gala mengingat kondisi hulu yang gundul dan berpotensi menimbulkan banjir bandang saat hujan deras berlangsung selama beberapa jam.
Selain pembangunan DAM, rehabilitasi kawasan hulu sungai akan segera dilakukan untuk mengurangi risiko longsor dan limpasan sedimen ke wilayah permukiman warga.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan TNI terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayahnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki banyak sungai besar dan kecil yang rawan meluap, sehingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti Sabo DAM perlu diprioritaskan di dekat permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berharap seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan sesuai target sehingga keamanan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat dapat kembali pulih secara berkelanjutan. ( M. Laoly )














