Berita

Sebanyak 45.500 Gelas Dawet Ayu Banjarnegara, Berhasil Memecahkan Rekor MURI

0
×

Sebanyak 45.500 Gelas Dawet Ayu Banjarnegara, Berhasil Memecahkan Rekor MURI

Sebarkan artikel ini
Pencipta logo dawet ayu Fajar Maskuri, memberikan surat hak cipta kepada Bupati Banjarnegara, Kamis, 27/2/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bulan Ramadhan 2026 tahun ini, menjadi sebuah berkah bagi Kabupaten Banjarnegara, karena berhasil memecahkan rekor MURI. Hal itu setelah dalam HUT yang ke 455, telah menorehkan sejarah yang luar biasa, dengan kegiatan minum dawet ayu sebanyak 45.500 gelas bersama masyarakat, Pemerintah Daerah sukses membawa salah satu minuman khas tersebut dikenal di kancah Nasional maupun Internasional.

‎Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga malam hari dengan berpusat di alun-alun Banjarnegara, dan 20 Kecamatan secara dengan diawali tadarus Al Qur’an secara serentak tersebut ternyata tidak hanya rekor nasional saja, melainkan juga berhasil memecahkan Rekor Dunia oleh Ketua MURI.

‎Dalam pantauan lensanusantara.co.id di pusat kegiatan, suasana terlihat meriah saat ribuan warga langsung menyerbu 11 stand dawet ayu, sembari menunggu waktu berbuka puasa. Selain itu, antusias juga di perlihatkan warga yang tidak bisa hadir langsung ke alun-alun, melalui layar lebar, semangat diperlihatkan warga yang ada di 20 kecamatan, mulai dari Kecamatan Pagentan, Pandanarum, Susukan, hingga Pejawaran.

‎”Jangan sampai gelasnya saja, dawetnya tidak ada,” sapa bupati kepada para camat dan OPD di wilayah kecamatan, Kamis, (26/2/2026).

‎Acara yang dihadiri langsung perwakilan MURI, Ari Andriani tersebut, juga melihat langsung proses penyajian untuk memastikan bahwa setiap gelas benar-benar berisi dawet, bukan sekadar gelas kosong.

‎Jumlah 45.500 gelas ini meningkat hampir empat kali lipat atau 300% lebih banyak dari rekor sebelumnya, dengan pencapaian itulah yang mendasari Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, untuk tidak hanya mencatatnya sebagai rekor nasional, melainkan rekor dunia.

‎Langkah ini diambil agar identitas budaya kebanggaan kota ini tetap terjaga dan tidak disalahgunakan atau diklaim oleh pihak luar.

‎”Dawet Ayu bukan sekadar minuman khas, namun cerminan budaya, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Banjarnegara,” ujar perwakilan MURI saat memberikan sambutan di ribuan masyarakat yang hadir.

‎Hari Jadi ke-455 buat Kabupaten Banjarnegara bukan sekadar angka, melainkan momentum bagi Banjarnegara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dengan kebersamaan, rekor dunia pun bisa diraih.

‎Puncak acara ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan MURI dari musium rekor MURI kepada Bupati Banjarnegara. Kebanggaan juga di tunjukan Fajar Maskuri, pencipta logo ikonik Dawet Ayu yang menyerahkan surat hak cipta logo tersebut kepada Bupati Banjarnegara.

‎Dengan penyerahan ini, logo Dawet Ayu kini sah menjadi milik publik dan dapat digunakan secara gratis oleh seluruh masyarakat Banjarnegara. (Gunawan).

BACA JUGA :
Peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke-453, Masyarakat Disuguhi Penampilan 1000 Penari