JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyalurkan honorarium insentif bagi guru ngaji, modin, marbot, serta ketua pengajian Muslimat. Menjadi program Bupati Jember Muhammad Fawait resmi disalurkan di sejumlah wilayah, termasuk di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Selasa (10/3/2026).
Di Kelurahan Kranjingan kecamatan sumbersari, tercatat sebanyak 82 penerima manfaat, yang terdiri dari 81 guru ngaji dan satu modin.
Salah satu guru ngaji penerima insentif, Farhan (53), warga Kelurahan Kranjingan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Gus Bupati Jember atas pencairan insentif guru ngaji yang kami terima hari ini,” kata Farhan.
Farhan mengatakan, insentif tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan mushala Nurul Jadid serta persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia mengaku telah mengajar mengaji kepada sekitar 17 santri yang belajar setiap sore di mushala Nurul Jadid.
“Kami sudah menerima insentif ini untuk kedua kalinya. Harapannya, tahun depan insentif guru ngaji bisa ditambah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember, Hafid Nurul Yasin, menjelaskan bahwa penyaluran insentif dilakukan secara bertahap di desa dan kelurahan.
“Hari ini perdana kita salurkan di tujuh kecamatan, meliputi 26 desa dan kelurahan dengan total 1.955 penerima,” kata Hafid.
Secara keseluruhan, penyaluran tahap awal dilakukan di tujuh kecamatan, yakni Balung, Mumbulsari, Panti, Sukorambi, Sumberjambe, Sumbersari, dan Umbulsari. Penyaluran tersebut meliputi 26 desa dan kelurahan.
Ia menambahkan, hingga saat ini data guru ngaji yang masuk ke Bagian Kesra Pemkab Jember mencapai 21.425 orang dari target maksimal 22.000 penerima.
Menurut Hafid, satu desa yakni Desa Melokorejo masih dalam tahap verifikasi sehingga belum dimasukkan dalam total data penerima.
Dari jumlah data yang telah masuk, sebanyak 10.224 penerima sudah dapat direalisasikan penyalurannya. Pemerintah daerah menargetkan seluruh insentif bagi guru ngaji dapat disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Kami akan terus melakukan verifikasi data dan mengajukan pencairan keuangan secara bertahap. Target kami, seluruh insentif guru ngaji kouta 22.000 penerima dapat tersalurkan sebelum Lebaran,” ujarnya.














