Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember bersama kepolisian menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel tersebut menjadi tanda dimulainya operasi pengamanan mudik dan perayaan Lebaran di wilayah Kabupaten Jember, Kamis (12/3/2026).
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pengamanan. Ia menilai sinergi antara berbagai unsur menjadi kunci kelancaran perayaan Idul Fitri.
“Jumlah penduduk di Indonesia yang melaksanakan budaya mudik sangat besar, sehingga membutuhkan pengamanan yang ekstra,” ujar Fawait.
Menurut dia, Saya bangga melihat kekompakan semua elemen, baik dari TNI, Polri, maupun seluruh unsur yang membantu menyukseskan pengamanan Idul Fitri dan arus mudik di Jember,” katanya.
Fawait menambahkan, komitmen bersama untuk menjaga keamanan selama perayaan keagamaan dan tradisi mudik merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Insya Allah komitmen untuk menyukseskan perayaan keagamaan maupun budaya bangsa ini menjadi amal jariyah bagi kita semua, baik yang muslim maupun nonmuslim,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Jember Bobby A. Condroputra mengatakan Operasi Ketupat Semeru akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan.
Personel yang dilibatkan terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Basarnas.
“Kami berkolaborasi untuk mengamankan wilayah hukum Polres Jember selama perayaan Idul Fitri, agar masyarakat dapat merayakan dengan mudik aman dan keluarga bahagia,” kata Bobby.
Ia menjelaskan, fokus pengamanan tidak hanya pada arus lalu lintas, tetapi juga menjaga ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), serta keamanan di sejumlah objek wisata.
“Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Semeru di Jember melibatkan 502 personel gabungan,” tambahnya.
Beberapa pos terpadu pengamanan ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan Pantai Watu Ulo, Alun-alun Jember, hingga wilayah Pancer.
“Selain itu, kepolisian juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan seperti Simpang Empat Mangli, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Trunojoyo,” tungkasnya.














