Pemerintahan

Pemkab Jombang Siapkan Strategi Cipta Kondisi Jelang Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi

21
×

Pemkab Jombang Siapkan Strategi Cipta Kondisi Jelang Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi

Sebarkan artikel ini
Bakesbangpol Kabupaten Jombang Menggelar Silaturahmi Forkopimda , Forkopimcam dan Tokoh Agama/Masyarakat di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang

Jombang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang menggelar Silaturahmi Forkopimda, Forkopimcam dengan Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat Kabupaten Jombang dalam rangka Cipta Kondisi Jelang Perayaan Idul Fitri 1447H/2026M di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Kamis (12/3) pagi.

Example 300x600

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan strategi Cipta Kondisi guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kerukunan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Nyepi 2026. Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si yang tengah berada di Jakarta, diwakili oleh Salmanudin S.Ag., M.Pd Wakil Bupati Jombang, memimpin Rakor ini bersama Dandim 0814 Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han dan Perwakilan Forkopimda yang dimoderatori oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Purwanto, M.KP. dalam arahan Bupati Warsubi yang disampaikan oleh Gus Wabup Salmanudin ditekankan bahwa kolaborasi multisektoral adalah kunci utama dalam melayani masyarakat. Mengingat adanya irisan waktu antara Idul Fitri dan Nyepi, Pemkab Jombang memberikan perhatian khusus pada penguatan toleransi dan harmoni antarumat beragama.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah. Mengingat Idul Fitri 1447 H berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sebagaimana arahan Bapak Bupati menekankan pentingnya menjaga harmoni dan toleransi. Kita harus memastikan seluruh umat beragama di Jombang dapat beribadah dengan khusyuk dan saling menghormati,” ujar Salmanudin Wakil Bupati.

Dalam hal pengamanan, Gus Salman meminta adanya sinergi yang kuat antara Dishub, Satpol PP, TNI-Polri, hingga relawan seperti Banser dan Senkom. Fokus pengamanan akan ditempatkan pada titik rawan macet seperti Mojoagung dan Bandarkedungmulyo.

BACA JUGA :
Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Wakapolres, Kabagops dan Kasat Lantas: "Jabatan Adalah Amanah dan Kepercayaan"

“Pos Pelayanan (Posyan) tidak hanya untuk pengaturan lalu lintas, tapi juga menyediakan layanan kesehatan gratis, bengkel darurat, dan informasi jalur alternatif bagi pemudik,” jelasnya.

Sementara itu, untuk malam takbiran, Bupati Jombang, melalui Gus Salman menghimbau masyarakat untuk merayakannya secara khidmat.

“Takbiran dipusatkan di masjid atau musholla. Kami melarang penggunaan sound horeg di kendaraan serta takbir keliling menggunakan motor di jalur protokol demi menjaga ketertiban umum”, tuturnya.

Dalam upaya menjaga daya beli masyarakat, Satgas Pangan dan TPID diinstruksikan untuk melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional seperti Pasar Pon dan Citra Niaga, serta gudang BULOG. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) seperti beras SPHP, Minyakita, dan gula dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Mengenai ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) juga BBM Pemerintah telah memastikan aman. Salmanudin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi borong berlebihan yang dapat memicu ketidakstabilan harga.

“Sebagaimana disampaikan Kepala Bulog bahwa stok pangan di Jombang, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga pasca-Lebaran. Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan termasuk BBM. Belanjalah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan harga di pasar tetap stabil,” tegas Salmanudin.

BACA JUGA :
Jombang Gerak Cepat, Insentif RT/RW Ditargetkan Cair Sebelum 10 Maret

Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Jombang menegaskan kewajiban perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh paling lambat H-7 lebaran. Hal ini sesuai dengan SE Menaker No. M/3/HK.04.00/III/2026, di mana Disnaker Jombang telah menyiagakan Posko Satgas Ketenagakerjaan untuk melayani konsultasi dan pengaduan pekerja.

“Sesuai regulasi, THR wajib dibayar penuh dan paling lambat H-7. Melalui Disnaker telah menyiagakan Posko Satgas Ketenagakerjaan untuk memastikan hak-hak pekerja di Jombang terpenuhi tanpa kendala,” tambahnya.

Menghadapi potensi pergerakan mudik nasional yang mencapai 143 juta orang, Pemkab Jombang bersama POLRI dan TNI akan menyiagakan Operasi Ketupat Semeru 2026 mulai pukul 00 WIB 13 hingga 25 Maret 2026. Titik rawan macet seperti Mojoagung dan Bandarkedungmulyo, Mengkreng akan menjadi prioritas pengamanan melalui Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan), termasuk perlintasan kereta api.

Layanan kesehatan juga dipastikan tetap siaga 24 jam. RSUD Jombang, RSUD Ploso, dan seluruh Puskesmas tetap mengoperasikan layanan IGD serta rawat inap. Selain itu, tenaga medis juga disiagakan di setiap pintu keluar tol (Exit Tol) untuk merespons cepat kondisi darurat di jalur bebas hambatan.

Dari sisi keamanan wilayah, Wakapolres Jombang Kompol Syarlis, S.I.K., M.I.K. memastikan jajarannya siap memberikan pelayanan prima melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Selain menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi pemudik di Polsek-Polsek, kepolisian juga mengandalkan teknologi untuk percepatan bantuan.

BACA JUGA :
Hujan Es Melanda Beberapa Daerah di Jombang

Patroli rumah kosong akan ditingkatkan guna mencegah tindak kriminalitas. Serta melaksanakan pembatasan operasional angkutan barang pada masa arus mudik dan arus balik lebaran.

“Kami telah menyiagakan layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis. Kami berkomitmen memberikan respons cepat, maksimal 15 menit petugas sudah sampai di lokasi. Baik untuk bantuan darurat di jalan raya maupun pengamanan pemukiman, pungkas Wakapolres.

Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han turut mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Aparat teritorial akan menerapkan prinsip temu cepat lapor cepat untuk memastikan situasi tetap kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, BPBD Jombang tetap disiagakan untuk memitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin puting beliung di wilayah rawan, mengingat intensitas hujan yang diprediksi masih tinggi selama masa libur lebaran.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen hadir secara penuh di tengah masyarakat. Seluruh jajaran optimistis perayaan hari besar keagamaan tahun 2026 ini akan berjalan dengan khidmat, aman, dan penuh rasa persaudaraan.

“Semangat kita adalah memastikan Jombang menjadi rumah yang aman bagi semua. Melalui langkah-langkah humanis, kita ingin perayaan Idul Fitri dan Nyepi tahun ini menjadi simbol kerukunan yang kuat di masyarakat kita,” tutur Budi Winarno, S.T., M.Si Kepala Bakesbangpol Jombang.
(Ernita)

error: Content is protected !!