Daerah

Ramai Pemberitaan SPPG Lojajar Bondowoso, Kades Ervan Buka Suara

1182
×

Ramai Pemberitaan SPPG Lojajar Bondowoso, Kades Ervan Buka Suara

Sebarkan artikel ini
Ervan Anggani Kepala Desa Lojajar Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Aksi joget sejumlah karyawan SPPG Lojajar di dapur MBG, yang viral di media sosial terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, termasuk perhatian dari kalangan media dan pemerintah desa setempat.

Di sisi lain, Media Lensa Nusantara telah melaporkan ke Polres Bondowoso terkait komentar seorang asisten lapangan (aslap) pada unggahan TikTok miliknya. Isi komentar tersebut dinilai merugikan kredibilitas medianya dan memicu polemik di tengah situasi yang sedang ramai perbincangkan terkait MBG.

Example 300x600

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Lojajar, Ervan Anggani, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

BACA JUGA :
18 Kades di Bondowoso Masa Jabatan Segera Berakhir, Ketua DPRD Dukung Pilkades Pertengahan 2023

Dalam keterangannya, Ervan menegaskan bahwa peristiwa ini berdampak pada citra Desa yang selama ini dijaga dengan baik.

BACA JUGA :
DWP SMPN 1 Curahdami Bondowoso Gelar Seminar Parenting Melejitkan Potensi Anak

“Saya selaku Kepala Desa Lojajar meminta maaf kepada teman-teman media. Gara-gara orang berinisial A, nama Desa Lojajar juga ikut tercoreng. Padahal kami pemerintah desa dan masyarakat sedang menata Desa Lojajar ke depan supaya lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp. Senin, 23/3/2026.

Ia juga menambahkan bahwa wilayahnya sempat meraih prestasi membanggakan di tingkat kabupaten.

BACA JUGA :
Pasca Cuti Idul Fitri 1444 H, Bupati Bondowoso Sidak Tiga OPD

“Apalagi di tahun 2024 lalu, desa kami menjadi salah satu desa terbaik di Bondowoso. Dengan adanya berita yang viral terkait SPPG Lojajar, kami merasa nama baik desa juga ikut tercoreng,” Tegasnya.

Pemerintah desa berkomitmen melakukan pembinaan serta menjaga reputasi wilayah agar tetap positif. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik dapat kembali terjaga.