Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi mengadakan program balik gratis bagi perantau Surabaya yang berdomisili di Ngawi (24/03/2026). Program ini sebagai wujud kepedulian pemerintah akan keselamatan dan kenyamanan warganya kembali ke perantauan dengan selamat.
Dalam pantauan team media siber nasional Lensa Nusantara wilayah Ngawi, pada pukul 06.30 sudah banyak warga yang hadir di halaman kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi untuk registrasi program balik gratis ke Surabaya bagi perantau.
“Program balik gratis ini menggunakan 3 armada bus jenis Jet Bus 5 Pariwisata dengan jumlah seat masing-masing bus 50 orang, ujar Anang Heri Prabowo, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi saat ditemui”.
“Peserta balik gratis dari Ngawi menuju ke Surabaya diberangkatkan pada pukul 08.00 dari kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi menuju tol dan turun langsung di terminal Bungurasih Surabaya, Ujar Anang Heri Prabowo saat ditemui disela-sela mengawasi proses registrasi peserta balik gratis”.
“Alasan kenapa semua pemudik diturunkan di terminal Bungurasih Surabaya adalah agar memudahkan akses para pemudik di dalam mendapatkan transportasi ke tempat tujuan masing-masing, tambah Anang Heri Prabowo”.
“Terkait dengan masukan para masyarakat ya menginginkan adanya program balik gratis bagi Ngawi untuk perantau yang bekerja di daerah Jabodetabek, Semarang, Solo, dan sekitarnya, mungkin akan kita pertimbangkan untuk kedepannya, sementara yang baru bisa tercover oleh kami adalah balik gratis dari Ngawi menuju ke Surabaya dengan jumlah peserta 150 orang atau 3 bus, tutup Anang Heri Prabowo saat ditemui”.
Dari hasil pantauan di lapangan, para peserta balik gratis mendapatkan snack saat registrasi kepada panitia.
Ditemui secara terpisah, peserta balik gratis dari Ngawi menuju ke Surabaya, Azizah Kusuma warga Desa Dawu, Kabupaten Ngawi, menyampaikan “program ini sangat membantu masyarakat di dalam mendapatkan akses transportasi terlebih pada situasi lebaran seperti ini saat ini, yang dimana semua transportasi pasti penuh dan full berdesakan, tutupnya” (Taufan/ Lensa Nusantara Ngawi).














