Palangkaraya, LENSANUSANTARA.CO.ID -Pelayanan buruk mencoreng sektor perhotelan. Kali ini terjadi di Sans Hotel AVA yang berada di Jl. Rajawali Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya Kabupaten Palangkaraya yang mana tetap beroperasi meski fasilitas dasar tidak memadai.
Seorang pelanggan bernama Rudi mengaku mengalami kejadian tak mengenakkan saat menginap. Air kamar mandi di kamar yang ditempatinya dilaporkan tidak mengalir, membuat aktivitas dasar seperti mandi dan buang air menjadi mustahil dilakukan.
Yang lebih memprihatinkan, kondisi ini berdampak langsung pada anak pelanggan yang saat itu mengalami sakit perut dan hendak buang air besar. Karena air tidak tersedia, anak tersebut terpaksa menahan sakit tanpa kepastian solusi dari pihak hotel.
“Kami sudah menyampaikan ke resepsionis, tapi hanya diminta menunggu tanpa kejelasan. Anak saya kesakitan,” ungkap pelanggan dengan nada kecewa.30/3/26.
Upaya meminta pergantian kamar pun tidak direspon. Pelanggan justru diminta bersabar dan menunggu, sementara kondisi darurat terus berlangsung. Sikap petugas resepsionis dinilai tidak profesional dan cenderung mengabaikan keluhan. Bahkan, resepsionis tersebut sempat mematikan data ponsel saat dimintai kejelasan lebih lanjut.
Kondisi ini memicu pertanyaan serius terkait standar operasional hotel. Bagaimana mungkin sebuah hotel tetap menerima tamu sementara fasilitas vital seperti air tidak berfungsi? Apakah keselamatan dan kenyamanan tamu tidak lagi menjadi prioritas?
Kasus ini juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap operasional hotel. Fasilitas dasar seperti air bersih merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditawar. Ketika hal tersebut gagal dipenuhi, maka operasional hotel patut dipertanyakan.









