Pendidikan

Gus Fawait Minta PPDB di Jember Tanpa Titipan saat Bunga Desaku di SMPN 1 Sukorambi

1692
×

Gus Fawait Minta PPDB di Jember Tanpa Titipan saat Bunga Desaku di SMPN 1 Sukorambi

Sebarkan artikel ini
Bunga Desaku Apel Siswa di SMPN 1 Sukorambi Jember, Minggu (28/6/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) keenam kalinya yang digelar pada Minggu, (28/6/2026), di Kecamatan Sukorambi, menempatkan pendidikan sebagai fokus utama. Dipimpin langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

Dalam dialog interaktif, bupati menekankan pencegahan pernikahan dini nikah muda punya anak menjadi stunting penyebab stunting adalah menikah mudah dan memberikan motivasi kepada ratusan siswa. Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat kegiatan Bunga Desaku yang dirangkai dengan apel siswa di SMP Negeri 1 Sukorambi.

Example 300x600

Gus Fawait mengatakan, program Beasiswa Cinta Bergema akan menyasar berbagai kelompok penerima, mulai dari jalur prestasi, anak guru dan perangkat desa, afirmasi ekonomi, santri dan hafidz, jalur kompetisi, hingga jalur khusus.

BACA JUGA :
Pemkab Jember dan UNIPAR Gandeng Mahasiswa Beasiswa Cinta Bergema Promosikan Potensi Daerah

Menurut dia, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor utama agar Indonesia mampu menjadi negara maju pada 2045.

“Penentunya hari ini adalah bagaimana kalian semua meningkatkan kualitas SDM dan kapasitas diri. Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam, tetapi kemajuan sebuah negara ditentukan oleh kualitas manusianya,” kata Gus Fawait.

Ia mencontohkan Singapura yang memiliki keterbatasan sumber daya alam, tetapi mampu menjadi negara maju karena berhasil membangun kualitas pendidikan dan SDM masyarakatnya.

BACA JUGA :
Gus Fawait Kembangkan Wisata Terpadu: Pantai Paseban, Watu Ulo, dan Papuma Satu Pintu

“Kalau ingin melihat Indonesia maju 10 hingga 20 tahun ke depan, kuncinya ada pada anak-anak kita yang sekarang duduk di bangku SMP. Karena itu, kita harus berjuang bersama meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya pendidikan, Gus Fawait juga menegaskan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Jember harus berjalan secara adil, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip.

Ia meminta seluruh sekolah melaksanakan proses seleksi sesuai aturan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

BACA JUGA :
Forum Kerabat Advokat Datangi Polres Jember Ajukan Audiensi Dugaan Kriminalisasi Advokat

“Tidak boleh ada titip-titipan. Penjaringan harus dilakukan secara adil dan terbuka,” tegasnya.

Gus Fawait mengatakan, mulai tahun depan sistem PPDB di Jember akan menggunakan aplikasi terintegrasi sehingga proses seleksi tidak lagi diputuskan oleh masing-masing sekolah.

Menurut dia, digitalisasi sistem tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi kecurangan dan memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama.

“Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya PPDB. Apabila menemukan dugaan praktik titip-menitip atau pelanggaran lainnya, masyarakat diminta melaporkannya melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e,” pungkasnya.