Tanah Datar, LENSANUSANTARA.CO.ID — Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan bahwa daerahnya sangat membutuhkan tambahan alat berat untuk mempercepat proses penanganan bencana galodo atau banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah beberapa hari terakhir. Hal ini disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi terdampak bersama Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang di tiga kecamatan.30/11.
Menurut Bupati Eka Putra, akses jalan yang masih terputus akibat tertimbun material banjir membuat proses evakuasi dan distribusi logistik terhambat. Untuk itu, alat berat seperti excavator dan bulldozer menjadi kebutuhan mendesak agar material yang menutupi badan jalan dan mengenai pemukiman warga dapat segera dibersihkan.
“Pemda Tanah Datar telah menurunkan seluruh alat berat yang dimiliki ke lokasi terdampak, namun jumlahnya belum mencukupi.
Dari empat unit alat berat milik Pemda, satu unit excavator XMCG hanyut terbawa banjir bandang,” ungkap Bupati.
Saat ini, total alat berat yang bekerja di lapangan berjumlah lima unit—empat milik Pemda dan satu unit sewaan. Selain itu, satu unit bantuan alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Barat juga telah diturunkan ke lokasi bencana.
Keterbatasan peralatan ini berdampak pada lambatnya proses pembersihan material, sementara kebutuhan di lapangan sangat mendesak. Selain membuka akses jalan, alat berat juga kerap digunakan untuk memindahkan bahan makanan dan mengevakuasi masyarakat di titik-titik yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan.
Bupati Eka Putra berharap adanya tambahan bantuan alat berat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah pusat, maupun para perantau. “Kami sangat berharap dukungan alat berat agar percepatan penanganan dapat dilakukan dan kondisi masyarakat bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dan relawan masih terus berjibaku di lokasi bencana untuk mempercepat proses penanganan.(Suherman)














