Wisata

Pantai Papuma–Watu Ulo Resmi Diterapkan, Tiket Masuk Satu Pintu Mulai Awal Januari 2026

1783
×

Pantai Papuma–Watu Ulo Resmi Diterapkan, Tiket Masuk Satu Pintu Mulai Awal Januari 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Gus Fawait Menandatangani MOU Papuma dan Watu Ulo Tiket Satu Pintu, Jum'at (19/12/2025).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perum Perhutani dan PT Palawi Risorsis resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) integrasi pengelolaan Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo melalui sistem tiket masuk satu pintu (one gate system).

Kerja sama ini menjadi langkah bersejarah dalam pengelolaan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jember, Jum’at (19/12/2025).

Example 300x600

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa rencana kerja sama ini sejatinya telah diupayakan selama bertahun-tahun, namun baru dapat terwujud saat ini. Ia menyebut, penandatanganan MoU tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata Jember ke depan.

“Hari ini kerja sama antara Pemkab Jember, Perhutani, dan PT Palawi Risorsis akhirnya bisa terwujud. Ini akan menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Jember dengan penerapan one gate system,” ujar Bupati Fawait.

Melalui sistem ini, pengunjung cukup membayar satu kali tiket untuk menikmati dua destinasi sekaligus, yakni Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo. Tarif yang ditetapkan pun dinilai sangat terjangkau, yakni sekitar Rp12.500 per orang. Penerapan sistem ini direncanakan mulai berlaku pada 1 hingga 2 Januari 2026.

BACA JUGA :
Program Insentif Guru Ngaji dan Non Muslim, Bupati Jember Raih Penghargaan Nasional

“Tidak seperti sebelumnya yang harus bayar dua kali, nanti semuanya jadi satu. Dengan Rp12.500, pengunjung bisa menikmati dua wisata pantai sekaligus. Ini sangat terjangkau,” tegasnya.

Bupati Fawait menambahkan, pada tahap awal penerapan kebijakan ini kemungkinan masih terdapat sejumlah kekurangan. Namun, ia meminta masyarakat untuk memaklumi karena seluruh pihak masih dalam tahap penyesuaian teknis di lapangan.

“Tentu masih ada yang perlu dibenahi. Tapi yang jelas kerja sama ini sudah on the track. Tinggal dibahas teknisnya, dan awal Januari sudah bisa mulai diterapkan,” jelasnya.

Selain integrasi tiket, Pemkab Jember juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur penunjang wisata, seperti penerangan jalan dan pengelolaan parkir. Menurutnya, setiap kebijakan pasti evaluasi akan terus dilakukan secara berkala bersama OPD terkait dan pemangku kepentingan pariwisata.

Bupati Fawait menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini bukan semata-mata peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari tiket masuk, melainkan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pelaku usaha dan jasa wisata.

BACA JUGA :
Diduga Berbau Korupsi, Papan Reklame Milik Pemkab Jember Disegel Ditreskrimsus Polda Jatim

“Kita ingin wisata ini terjangkau. Bukan hanya soal karcis atau PAD, tapi dampak ekonominya bagi masyarakat. Ini komitmen bersama Pemkab Jember, Perhutani, dan PT Palawi Risorsis,” pungkasnya.

Dengan diterapkannya one gate system ini, Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo diharapkan semakin diminati wisatawan dan mampu menjadi ikon pariwisata Jember.

Ditempat yang sama, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Wawan Tri Wibowo, menyampaikan bahwa KPH Jember merupakan salah satu KPH strategis bagi Perum Perhutani di Jawa Timur. Menurutnya, KPH Jember menjadi gambaran lengkap pengelolaan sumber daya hutan, mulai dari kawasan pantai hingga pegunungan dengan ekosistem yang sangat beragam.

“Jember memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa dan sangat lengkap, mulai dari hutan jati, tanaman rimba, pinus, hingga mahoni. Bahkan, KPH Jember menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar Perum Perhutani di Jawa Timur, berada di peringkat tiga,” ungkap Wawan.

BACA JUGA :
Bupati Jember Jamin Tidak Ada Kekosongan Jabatan Saat Pejabat Eselon II Purna Tugas

Kondisi bentang alam Jember dinilai sangat lengkap, mulai dari lereng Gunung Argopuro di sisi utara, lereng Gunung Raung di timur, hingga keindahan pantai-pantai di sepanjang pesisir selatan,” tambahnya.

Wawan juga mengapresiasi komitmen Bupati Jember yang dinilainya memiliki panggilan hati untuk meningkatkan derajat dan kesejahteraan masyarakat.

“Niat baik Pak Bupati untuk menciptakan multiplier effect melalui pengembangan pariwisata patut kita sambut bersama. Harapannya, hutan tetap lestari, namun masyarakat juga dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT Palawi Risorsis Tedi Sumarto, menyatakan komitmen untuk bersinergi secara berkelanjutan dalam meningkatkan pariwisata Jember.

“Pantai Papuma merupakan salah satu destinasi unggulan yang dikelola Palawi, dan ke depan diharapkan kualitas pengelolaan semakin baik. la juga menyebutkan akan ada kejutan khusus pada 1 Januari 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Jember,” tungkasnya.