Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Memasuki 2026, desa-desa di Kabupaten Banjarnegara mendapatkan pemangkasan besar-besaran anggaran Dana Desa (DD), tentu dengan kasus tersebut, seolah menjadi suatu sinyal keras ruang gerak pembangunan di Pemerintahan tingkat bawah tersebut semakin menyempit, seolah dipaksa bertahan dengan sumber daya yang jauh dari memadai, sementara diberikan program terus bertambah, ibarat disuruh mengambil tapi tanpa di beri gayung.
Dampaknya, membuat seluruh kepala desa melakukan sempat melakukan aksi menuntut pengembalian anggaran dana desa seperti semula beberapa waktu lalu.
Masuknya 2026, tentu juga bisa dianggap sebuah peringatan bahwa bukan tahun ini bukan lagi optimisme menaikan perekonomian, melainkan kewaspadaan, karena faktor DD dipersempit.
Terpangkasnya anggaran membuat Desa di Kabupaten Banjarnegara seolah menanggung dampak berat, mau tidak mau Desa seolah di wajibkan mandiri untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa melalui BUMDes, Koperasi Merah Putih, serta jika ingin bisa membangun kegiatan fisik pun Kades harus mampu mencari bantuan aspirasi dari anggota Dewan Daerah, Provinsi hingga pusat.
Menanggapi hal itu, menurut Ketua Komisi 1 DPRD Banjarnegara dari Fraksi PAN Isnan Ridjadi Ahmad saat ditemui usai kegiatan reses bersama anggota DPR RI Komisi XII Aqib Ardiansyah mengungkapkan, dalam membangun desa, harus memahami setrategi, karena dengan dipangkasnya DD sekitar 70 persen, Desa harus berani mengambil langkah.
”Dengan pengurangan anggaran Dana Desa yang sangat signifikan saat ini adalah sebuah tantangan buat Desa untuk bisa meningkatkan melalui program yang dimilikinya, seperti mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, seperti BUMDes, Kopdes, dan Kepala Desa harus berani mengambil langkah untuk melakukan pendekatan kepada anggota Dewan baik Daerah, Propinsi maupun pusat, sehingga bisa mendapatkan anggaran dari aspirasi untuk membantu peningkatan pembangunan di Desa,” jelas Isnan kepada lensanusantara.co.id, Jumat, (9/1/2025).
Isnan yang telah menjabat anggota DPRD selama tiga periode tersebut juga menegaskan jika dirinya akan selalu mendukung pembangunan yang ada di Desa,
”Kami dari DPRD Banjarnegara, khususnya fraksi PAN siap mengawal dan tentunya nanti aspirasi akan kita maksimalkan untuk Desa, karena tanpa itu Desa akan sudah untuk membangun, apalagi yang PADes nya kecil kan kasihan, makanya kami akan mendorong agar Desa kedepan bisa meningkatkan apa yang selama ini di milikinya, seperti yang saya bilang tadi yaitu Ketahanan pangannya, BUMDes serta Kopdes nya,” ungkap Isnan.
Jika dilihat normatif, arah kebijakan yang diambil oleh Pemerintah pusat dalam pemangkasan anggaran DD memang terlihat progresif, namun jika di telisik lebih jauh, banyak desa yang menghadapi permasalahan serius.
”Saat ini Desa memang bukan saja mengandalkan sebuah regulasi saja, tetapi juga kejujuran dalam mengambil kebijakan, pembangunan tidak bisa dipaksakan melampaui kemampuan yang ada, tanpa itu, desa hanya akan menjadi etalase program, bukan pembangunan yang benar-benar berdaya,” pungkas Isnan. (Gunawan).
Beranda
Berita
Pembangunan di Desa Tersendat Akibat DD Dipangkas, Anggota DPRD Banjarnegara: Aspirasi Akan Kami Maksimalkan untuk Desa
Pembangunan di Desa Tersendat Akibat DD Dipangkas, Anggota DPRD Banjarnegara: Aspirasi Akan Kami Maksimalkan untuk Desa
Redaktur3 min baca

Ketua Komisi 1 DPRD Banjarnegara Isnan Ridjadi Ahmad saat memberikan sambutan di kegiatan reses bersama anggota DPR RI Komisi XII Aqib Ardiansyah, Jumat, 9/1/2025. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).












