Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, kuliner legendaris Rembang ini tetap bertahan dengan harga ramah di kantong. Bakmi dan nasi goreng arang milik Mak Mi (Sukini), 65 tahun, masih setia melayani pelanggan dengan harga hanya Rp6 ribu per porsi jumbo komplit.
Warung sederhana yang berlokasi di wilayah Desa Sumberjo depan Salon Monalisa di Rembang kota ini berdiri sejak tahun 1982. Suaminya, yang akrab disapa Lek Leles (almarhum) menjadi sosok penting di balik perjalanan panjang usaha kuliner tersebut. Sejak awal berjualan, Mak Mi yang menggunakan arang sebagai bahan bakar utama, menjadi ciri khas cita rasa masakannya hingga kini.
Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nasi goreng, mie goreng, mie godok, hingga aneka usus dan gorengan. Pembeli bisa menikmati hidangan langsung di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang.
Meski zaman terus berubah dan biaya bahan pokok semakin tinggi, Mak Mi, tetap mempertahankan kualitas masakan dengan bahan racikan alami tanpa pengawet.
Aroma dan rasa khas dari api arang membuat kuliner ini digemari, terutama oleh warga yang berburu makan malam.
Mak Mi mengatakan warung nasi goreng mulai buka sekitar pukul 23.30 WIB hingga dini hari, bahkan kerap bertahan sampai pagi. Tak heran, lapaknya selalu ramai pengunjung saat perut mulai lapar di tengah malam.
” Dari dulu sudah pakai arang, Mas. Paling tiga jam habis, mas,” terang Mak Mi sambil melayani pembeli,” Minggu (11/1/2026) malam.
Salah satu pelanggan setia, Arman (46), warga Kelurahan Leteh Rembang, mengaku sudah lama mengenal warung Mak Mi ini.
“Rasanya memang enak dan beda dengan yang lain, yang jelas harganya gak ada yang nandingi,” ujarnya.
Bakmi arang Mak Mi diharapkan terus bertahan bagi masyarakat Rembang, khususnya bagi warga yang beraktivitas di malam hari hingga dini hari.














