Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Puluhan jenis tembakau aneka rasa terlihat berjejer di sebuah rak kayu yang bersusun, selain itu berbagai jenis alat linting juga memenuhi toko mbako Tingwe (Nglinting Dewe) Selawase milik mas She Get yang berada di Jalan Kalisat, Desa Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja Banjarnegara.
Toko mbako yang berada di sebelah barat lapangan sepak bola milik desa tersebut, selama ini selalu menjadi salah satu tujuan alternatif bagi masyarakat disaat harga rokok yang harganya merangkak naik secara ugal-ugalan.
Selain kenaikan, meskipun juga digempur dengan banyaknya rokok ilegal (non cukai) beredar di pasaran, tembakau Tingwe Selawase milik She Get tetap laris di buru, karena dianggap selain murah harganya, juga dianggap lebih ngirit dibandingkan membeli rokok yang langsung bungkusan.
” Kalau dibilang sebagai pusatnya tembakau di wilayah sini bisa juga dianggap benar, karena awal adanya toko mbako Tingwe Selawase ini di wilayah Kecamatan Mandiraja khusunya baru saya, dengan menyediakan berbagai varian rasa, ada tembakau rasa melon, strawberry, mango hingga yang original, bisa dibilang tembakau berbagai daerah saya menyediakan, dengan harga yang berbeda, tergantung jenisnya,” ungkap Sigit saya ditemui tokonya, Senin, (19/1/2026).
Laki-laki berjenggot dan juga mahir memijat tersebut juga menjelaskan, selain tembakau, toko Mbako Tingwe Selawase tersebut juga menyediakan pasangan nya, yaitu cengkeh dan sigaret. Mulai dari merek lokal, kidang, klinting dan lainnya.
”Untuk harga itu berbeda, ada yang per ons Rp 6000, Rp 10.000, Rp 20.000, tergantung pembeli inginnya tembakau apa, kalau yang eksklusif saya jual Rp 30.000/ons, yang paling laris itu yang varian rasa buah, banyak pemuda yang membelinya, soalnya murah dan rasanya sama dengan rokok yang harganya mahal,” jelas Sigit.
Ditanya tentang peralatan yang digunakan untuk cetakan rokok Sigit juga menambahkan, tokonya menyediakan aneka kebutuhan lagi masyarakat yang ingin Nglinting sendiri, seperti wadah rokok dari berbagai bahan dengan harga mulai Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu.
“Kalau alat untuk Tingwe kan ada yang kecil dan yang modern, kalau yang seperti mika kecil itu harga Rp 15 ribuan, terus yang agak modern dan besar itu Rp 50 ribuan, bedanya praktis dan gampang yang modern, terutama dalam menakar dan menata tembakaunya saya mau di cetak,” tambah Sigit sambil memperlihatkan alat lintingan.
Masih kata Sigit,“Sebelum membeli, saya suruh nglinting sendiri merasakan dulu sepuasnya disini, agar pembeli bisa tahu suka yang mana, karena biasanya kan pada bingung rasanya benar tidak sesuai seleranya, jadi biar mantap saja, dan Alhamdulillah selama ini banyak yang cocok,” tambah Sigit.
Meskipun dibilang cukup laris dan banyak pembeli yang datang langsung ke tokonya, seperti dari Kabupaten Purbalingga dan Kebumen, Sigit juga membuka pemasaran dengan sistem layanan COD.
”Kalau yang tidak ingin ke toko karena jauh, pembeli bisa pesan langsung melalui telfon ke nomor 0882003373946, tinggal bilang pengen tembakau rasa apa, nanti saya kirim, dan dijamin aman dan sesuai pesanan,” pungkas Sigit. (Gunawan).
Beranda
Bisnis
Digempur Rokok Cukai dan Non Cukai, Toko Mbako Tingwe Mas Sigit Banjarnegara, Tetap Jadi Buruan Penikmat Rokok
Digempur Rokok Cukai dan Non Cukai, Toko Mbako Tingwe Mas Sigit Banjarnegara, Tetap Jadi Buruan Penikmat Rokok
Lensa Nusantara3 min baca

Pemilik toko Tingwe Selawase Sigit sedang menata tembakau di rak, Senin, 19/1/2026). Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).












