MAKASSAR, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pernyataan Ketua Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) Sulsel, Dwiana Pamuji Astuti, yang mengklaim stok ayam broiler atau ayam pedaging mengalami kelangkaan.
Klaim tersebut dinilai tidak sejalan dengan data yang disampaikan pihak legislatif maupun instansi teknis terkait.
Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (13/1/2026) siang.
RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati.
Bahkan dihadiri Kepala Dinas Peternakan Pemprov Sulsel, drh Nurlina Saking.
Rapat ini merupakan tindak lanjut atas surat resmi dari asosiasi P2AP Sulsel yang sebelumnya mengklaim adanya kelangkaan ayam broiler di sejumlah daerah.
Melalui forum tersebut, DPRD Sulsel juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.
Hal ini guna mengklarifikasi kondisi riil pasokan ayam pedaging di Sulawesi Selatan.
Namun, hasil RDP justru mengungkap fakta sebaliknya.
Stok ayam pedaging disebut dalam kondisi aman, bahkan surplus, meski saat ini pemerintah tengah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan kebutuhan pangan, khususnya protein hewani.
Sedikitnya sembilan perusahaan mitra unggas yang hadir secara kompak membantah pernyataan Ketua P2AP Sulsel.
Perusahaan tersebut antara lain PT Agru Arcadia, PT Rukun Mitra Bersama, Prima Fajar, Maysura Berkah Sejahtera, Mitra Unggas Perkasa.
Selanjutnya PT Jass, PT Cicimas, New Hope, serta Charoen Pokphand.
Seluruhnya menyatakan produksi dan distribusi ayam pedaging masih berjalan normal.














