Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID -Langkah sigap untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan kewaspadaan internal terkait radikalisme dan intoleransi, SMKN 3 Bondowoso menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme dan intoleransi bagi warga sekolahnya, baik siswa, guru dan tenaga kependidikan, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan SMKN 3 Bondowoso tersebut menghadirkan narasumber dari komunitas pecinta Gus Dur yakni Gusdurian Bondowoso.
Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan yang membuka acara sosialiasi tersebut menegaskan bahwa ancaman radikalisme saat ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga dapat mengincar peserta didik dan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu, semua warga sekolahnya dituntut untuk memiliki keteguhan ideologi, disiplin, dan kemampuan memfilter informasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
“Seluruh warga sekolah harus tetap waspada terhadap segala bentuk ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, jangan mudah terpengaruh konten provokatif, baik di lingkungan kerja maupun melalui media sosial” ujar Daris.
Gusdurian Bondowoso Muhammad Himmamul Adil memaparkan tentang wawasan moderat, sebagai sikap yang cenderung menghindari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem dan berkecenderungan ke arah jalan tengah.
“Orang moderat itu bersikap adil dan menjadi penengah, ada 4 sikap ciri moderat yaitu komitmen kebangsaan, toleran, anti kekerasan dan menerima kearifan lokal” papar Adil penuh semangat.
Dalam pemaparannya, Adil juga menjelaskan bahwa radikalisme dapat menyasar berbagai kelompok, termasuk pelajar, melalui berbagai media, baik digital maupun pergaulan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk memahami bentuk-bentuk ajakan yang mengarah pada tindakan intoleran, anti-kebinekaan, hingga potensi kekerasan berbasis ideologi.
“Kita semua harus punya sikap kritis terhadap informasi di media sosial, serta kewaspadaan terhadap upaya perekrutan terselubung yang seringkali menyasar generasi muda” imbuh Adil.
Adil juga memaparkan tentang 9 nilai utama Gus Dur yang bisa menjadi benteng agar tidak terjebak pada radikalisme dan intoleransi. Adapun 9 nilai utama Gus Dur tersebut antara lain: ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, dan kearifan lokal/tradisi.
“Nilai Kemanusiaan dan Persaudaraan siswa akan memiliki filter mental, mereka tidak akan mudah menghakimi atau membenci mereka yang berbeda keyakinan,” pungkas Adil.














