Bisnis

‎Pasar Ikan Lengkong Diresmikan, Pemerintah Daerah Banjarnegara Optimis Menuju Pusat Perikanan Nasional

919
×

‎Pasar Ikan Lengkong Diresmikan, Pemerintah Daerah Banjarnegara Optimis Menuju Pusat Perikanan Nasional

Sebarkan artikel ini
Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP RI, Erwin Dwiyana ditemani Bupati Banjarnegara Amalia meninjau salah satu kios di pasar ikan Lengkong, Sabtu, 14/2/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Setelah diresmikannya Pasar Ikan Lengkong, Kecamatan Rakit oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Kabupaten Banjarnegara semakin tancap gas posisinya sebagai salah satu daerah yang memiliki pemain kunci dalam peta perikanan di tingkat nasional.

‎Pasar yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat tersebut, kedepan diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli biasa, namun juga sebagai barometer distribusi perikanan air tawar serta pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kecamatan Rakit dan sekitarnya.

‎Kepada wartawan, Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP RI, Erwin Dwiyana mengatakan, bahwa Banjarnegara memiliki potensi benih nila yang sangat luar biasa, mencapai 2,5 miliar ekor per tahun, menurutnya angka tersebut menjadi modal vital untuk mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

‎”Potensi ini sangat besar untuk memasok program budidaya ikan nila salin seluas 20.000 hektar yang sedang dikembangkan di kawasan Madura dan Pantura. Karena di wilayah nila salin pembibitan tidak bisa dilakukan, maka Banjarnegara hadir sebagai pemasok utamanya,” kata Erwin usai peresmian, Sabtu, (14/2/2026).

‎Erwin juga berharap agar Pasar Lengkong bisa menjadi percontohan bagi pasar ikan lainnya, tidak hanya beroperasi pada hari pasaran tertentu (seperti Wage), tetapi juga melayani konsumsi secara rutin hingga potensi ikan hias.

‎”Kami juga melengkapi fasilitas ini dengan ruang penanganan dan pengolahan ikan, jadi nanti yang dijual bisa dalam bentuk yang sudah bersih durinya atau bahkan fillet, sehingga nilai ekonomisnya lebih tinggi,” tambah Erwin.

‎Hal sama di ungkapkan Bupati, dr. Amalia Desiana, sebagai orang nomor satu di Banjarnegara dirinya menyambut optimis, dan menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menangkap peluang dari kebijakan kementerian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

‎”Kami mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Banjarnegara akan kita jadikan sentra bibit nasional, tujuannya jelas, agar masyarakat pembudidaya kita bisa naik kelas secara ekonomi,” tegas Amalia.

‎Selain fungsi ekonomi, Pasar Ikan Lengkong juga diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata berbasis perikanan. Keberadaan fasilitas yang dimilikinya diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan stok ikan bagi kebutuhan domestik maupun nasional.

‎Strategi Pengendalian Harga, selain sebagai pusat pemasaran, pasar ini akan berfungsi sebagai pusat data untuk pencatatan harga dan pemantauan stok. Hal ini diharapkan dapat memitigasi fluktuasi harga di pasar, sehingga baik pembudidaya maupun konsumen tetap mendapatkan harga yang adil.

‎Dengan diresmikannya Pasar Ikan Lengkong, Kabupaten Banjarnegara kini resmi memegang peran strategis sebagai salah satu hulunya bagi industri perikanan air tawar skala nasional, sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Jawa Tengah. (Gunawan).

BACA JUGA :
‎Tanggapan Ketua Paguyuban Demo di Desa Petir Banjarnegara Tentang Adanya Pengusaha Jual Murah Pasir : Hanya Alibi SP‎