Pemerintahan

BKKBN Jatim Dorong Keluarga Berkualitas, RSD Soebandi Jember Layani Ratusan MOW-MOP

1279
×

BKKBN Jatim Dorong Keluarga Berkualitas, RSD Soebandi Jember Layani Ratusan MOW-MOP

Sebarkan artikel ini
BKKBN Jatim Tinjua MOP-MOW di RSD dr Soebandi Jember, Sabtu (13/6/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Ratusan pasangan mengikuti layanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) yang digelar Rumah Sakit Daerah (RSD) Soebandi Jember dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin S.H. Layanan yang diberikan meliputi Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat program perencanaan keluarga sekaligus mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Example 300x600

Shodiqin menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat Jember dalam program tersebut. Hingga pelaksanaan pada Sabtu pagi di RSD Soebandi, tercatat sekitar 238 calon akseptor MOW telah siap mengikuti pelayanan, sementara peserta MOP mencapai sekitar 25 orang.

“Kami dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur menghadiri bakti sosial pelayanan KB MKJP, khususnya MOW dan MOP di Kabupaten Jember. Antusiasme masyarakat sangat baik, dan kami optimistis target Kabupaten Jember dapat tercapai,” ujar Sodiqin.

BACA JUGA :
Pemimpin Muda Jember Penakluk Badai

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jember, RSD dr. Soebandi, Dinas Kesehatan dan KB, tim dokter, tenaga medis, penyuluh KB, kader KB, hingga TNI yang ikut mendukung kelancaran pelayanan.

Menurut Sodiqin, momentum Harganas bukan hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi berkualitas. Peserta KB yang mantap memilih kontrasepsi jangka panjang disebut sebagai bagian dari “pahlawan keluarga” karena ikut merencanakan masa depan keluarga.

“Program KB bukan hanya soal pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga menjadi salah satu strategi penting untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSD Soebandi Jember, dr. Nyoman Semita mengatakan layanan MOW dan MOP sebenarnya telah menjadi bagian dari pelayanan rutin rumah sakit. Namun, khusus momentum Harganas, layanan tersebut dikemas dalam bentuk bakti sosial dengan jumlah peserta yang lebih besar.

BACA JUGA :
Anggota TPK Mengaku Digaji 100 Ribu Tiap Bulan, Begini Tanggapan DPRD Jember

“Pelayanan MOP dan MOW ada yang reguler dan ada yang melalui bakti sosial. Pada kegiatan ini kami memberikan dukungan penuh terhadap program BKKBN,” ungkapnya.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, RSD Soebandi melibatkan sekitar 150 tenaga rumah sakit. Jumlah tersebut terdiri dari 125 tenaga fungsional dan 25 tenaga manajerial yang bertugas mendukung proses pelayanan hingga selesai.

Selain menyiapkan tenaga medis, rumah sakit juga mengoptimalkan fasilitas pendukung seperti kamar operasi, ruang pascaoperasi, hingga ruang pemulihan. Hal itu dilakukan agar seluruh peserta mendapatkan layanan yang aman dan nyaman sesuai standar medis.

“Tujuan kami adalah memberikan pelayanan yang berkualitas, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat dan nyaman,” ujar Nyoman.

BACA JUGA :
Akibat Bangunan Liar Menutupi Tokonya, Warga Kertonegoro Jember Datangi DPU Provinsi Jatim

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 238 peserta mengikuti layanan MOW dan 25 peserta mengikuti MOP. Seluruh tindakan ditargetkan rampung dalam satu hari pelaksanaan.

Menurut dr. Nyoman, kecepatan pelayanan tetap berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan pasien. Ia menyebut tim medis telah mempersiapkan sistem pelayanan agar proses berjalan efektif.

“Hari ini harus selesai. Tim kami bekerja sangat cepat, namun tetap dengan standar mutu, keamanan, dan kenyamanan yang tinggi agar tidak menimbulkan komplikasi,” jelasnya.

Sebelum menjalani tindakan, para peserta telah melalui proses edukasi dan pendataan oleh penyuluh serta kader KB. RSD Soebandi kemudian menangani tahapan pelayanan medis sesuai prosedur yang berlaku.

“Peserta sudah dikumpulkan dan diberikan edukasi oleh tim penyuluh KB dan kader KB. Kami di rumah sakit menjalankan fungsi pelayanan agar program ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.