Pendidikan

Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam, SMP Al-Utsmani Beddian Bondowoso Fokus Penguatan Materi Esensial

1987
×

Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam, SMP Al-Utsmani Beddian Bondowoso Fokus Penguatan Materi Esensial

Sebarkan artikel ini
Mohammad Hairul, M.Pd saat menjadi Narasumber Workshop di SMP Al-Utsmani Beddien, Bondowoso (2/8/2026).

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – SMP Al-Utsmani Beddian menggelar kegiatan “Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam” yang bertempat di Ruang Auditorium STAI Al-Utsmani pada Minggu, 2 Agustus 2026 mulai pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui evaluasi dan pengembangan kapasitas guru.

Example 300x600

Dalam sambutan sekaligus pengantar materi, Pengawas Bina, Rony Mashudi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif sekolah dalam mengadakan kegiatan pengembangan diri bagi para pendidik. Ia menilai langkah ini sangat penting untuk melakukan refleksi serta evaluasi terhadap perangkat pembelajaran dari tahun pelajaran sebelumnya.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif sekolah dan para guru yang terus semangat melakukan pengembangan diri. Refleksi dan evaluasi terhadap perangkat tahun pelajaran sebelumnya adalah kunci agar kita tidak terjebak pada rutinitas yang sama. Mari kita jadikan momentum ini untuk membakar semangat, agar pelaksanaan di tahun pelajaran ini bisa terus jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujar Rony Mashudi dalam sambutannya.

Sementara itu, sesi inti workshop dipandu oleh Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd., seorang Fasilitator Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sekaligus Praktisi Mengajar di Universitas Negeri Malang yang saat ini juga tengah menempuh pendidikan S3 PBSI di Unesa Surabaya.

Pada kesempatan tersebut, Mohammad Hairul memandu peserta dalam melakukan evaluasi mendalam atas implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) yang telah berjalan sebelumnya.

Selain evaluasi, ia menekankan pada dua fokus utama workshop kali ini yaitu pada pemetaan materi esensial serta integrasi teknologi di kelas menggunakan Papan Interaktif Digital (PID).

“Evaluasi pembelajaran sebelumnya menjadi pijakan kita untuk melangkah. Tahun ini, kita memberikan penekanan khusus pada penguatan materi esensial agar siswa dapat memahami konsep-konsep kunci secara mendalam dan bermakna, bukan sekadar mengejar ketuntasan kurikulum”, ungkap Hairul.

“Selain itu, kita juga perlu lebih mengeksplorasi cara mengintegrasikan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) agar interaksi di kelas menjadi jauh lebih dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambah Mohammad Hairul.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, para pendidik di SMP Al-Utsmani Beddian diharapkan siap mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang lebih matang, inovatif, dan berfokus pada kedalaman pemahaman siswa. Serta lebih mengeksplorasi pemanfaat Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran.