Buton Utara, lensanusantara.co.id – Persoalan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Afirmasi Dan dana BOS kinerja di dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Buton Utara tahun anggaran 2019 di duga markab angggaran,Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah Dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara(LEPIDAK-Sultra), La Ode Hermawan SH.selasa,17 November 2020
Pada awak media ini,Mawan sapaan akrap ketua LEPIDAK-Sultra,menjelaskan,Dugaan Markab anggaran tersebut suda di ditelusuri pihak DPRD kabupaten Buton Utara melalui komisi III DPRD kabupaten Buton Utara dan sudah melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait diantaranya :
- Semua kepala sekolah SD yang menerima dana BOS Afirmasi Dan dana BOS kinerja tahun anggaran 2019.
- Semua kepala sekolah SMP yang menerima dana BOS Afirmasi Dan dana BOS kinerja tahun anggaran 2019
- Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Buton Utara,Pak La hidi.
- Manager BOS Tahun 2019 ( pak Mustafa ) sekaligus Kabid di Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Buton Utara ( sampai sekarang )
Atas dasar tersebut di atas,Mawan mendesak Komisi Tiga DPRD Buton utara segera mengeluarkan rekomendasi hasil temuan melalui investigasi di lapangan dan hasil rapat dengar pendapat(RDP) dengan pihak terkait.
Saya mendesak pihak Komisi III DPRD kabupaten Buton Utara untuk segera mengeluarkan Rekomendasi hasil temuan melalui investigasi dilapangan dan hasil rapat dengar pendapat ( RDP ) dengan pihak-pihak terkait.Tegas Mawan.
Lebih lanjut Mawan menegaskan,agar persoalan dana BOS tersebut mendapatkan keterangan hukum pihaknya kembali mendesak agar Hasil Rapat dengar pendapat(RDP) DPRD Butur dengan pihak terkait di teruskan ke Aparat penegak hukum.
Dan hasil RDP tersebut untuk diteruskan ke pihak aparat penegak hukum ( APH ), agar sekiranya kasus tersebut terang secara hukum.jelasnya lagi.
Jika memang kasus tersebut ada dugaan pelanggaran tindak pidana. Saya menilai kasus ini seakan ngambang dan tidak ada kejelasan dari pihak Komisi III DPRD kabupaten Buton Utara. Ataukah ada dugaan main mata dalam kasus dana BOS Afirmasi Dan dana BOS kinerja tersebut,.pungkas Mawan.








