
Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Gerakan Emansipasi Masyarakat (GEMA) mengadakan khitanan massal gratis dan memberikan santunan kepada anak yatim bekerjasama dengan UPT Puskesmas Sopa’ah, Paguyupan Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Durbuk Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Minggu (13/12/2020)
Hadir dalam pelaksanaan kegiatan, Camat Pademawu yang di wakili Sekretaris Kecamatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat Desa Durbuk.
Dalam sambutannya, menurut Ach Farid S.sos selaku Camat Pademawu, melalui PLT Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rachmad menyampaikan terima kasih kepada GEMA, UPT Puskesmas Sopa’ah, PIJP dan Pemdes Durbuk yang sudah melaksanakan kegiatan sosial ini.
“Kami sangat apresiasi kegiatan ini, tentu sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat sekitar terutama bagi anaknya yang belum di khitan”, ucapnya.
Rachmad mengaku senang karena pelaksanaan khitanan massal ini sudah sesuai prosedur dan tim medisnya resmi dari Puskesmas setempat.
“Semoga saja kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses tanpa ada kendala apapun”, tambahnya.
Sementara Ketua GEMA, Irwin Maulana menyampaikan terima kasih dan kerjasamanya semua pihak sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
“Ucapan terima kasih kami kepada Kepala Puskesmas Sopa’ah, Hj. Ambarwati, Ketua PIJP Sujak Lukman, Kades Durbuk, Mohammad Baidawi, dan perangkatnya yang sudah mendukung acara kami ini”, ungkapnya.
Selanjutnya. Irwin Maulana yang akrab di sapa Mbak Wiwin menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut sudah kesekian kalinya dilaksanakan oleh GEMA.
“Kegiatan Khitanan massal gratis ini sebelumnya sudah kami laksanakan dibeberapa tempat yang berbeda, untuk kegiatan kali ini memang beda karena masih suasana Covid 19, makanya kita ikuti prosedur dan petunjuk dari Dinkes Pamekasan dan Puskesmas Sopaah”, katanya.
Sedangkan Kepala UPT Puskesmas Sopa’ah, Ambarwati menegaskan bahwa, untuk kegiatan ini pihaknya tetap menerapkan Prokes.
“Karena sekarang masa pandemi, tentunya kita melaksanakannya secara Prokes, untuk tenaga medis kita selalu pakai APD level 2, dan semua peserta harus memakai masker, biasakan cuci tangan, tidak berkerumun, dan pelaksanaan tindakannya harus ada di beberapa tempat yang terpisah, jadi tidak pada satu tempat saja”, jelasnya.
Sementara itu, ditempat terpisah ketua PIJP Pamekasan, Sujak Lukman mengatakan, bahwa pihaknya ikut andil dalam kegiatan sosial ini.
“Dalam kegiatan sosial ini kami dari PIJP ikut memberikan sumbangsih dan membantu pendanaannya demi lancarnya acara ini, selain itu kami juga menyisihkan sebagian rejeki kami untuk berbagi dengan beberapa anak yatim dan semoga kedepannya kami bisa berbagi untuk masyarakat Pamekasan”, pungkasnya.(Rofiuddin).







