Perhutani Bondowoso Tangkap Petani Gubis Ilegal Diduga Penyebab Pasca Alih Fungsi Lahan

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Lensanusantara.net Bondowoso Pasca banjir yang melanda kecamatan Ijen, Perum Perhutani KPH kabupaten Bondowoso, terus melakukan berbagai macam kegiatan, Sabtu (4/04/2020)

Humas Perhutani KPH Bondowoso, Abdul Gani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara sinergitas, antara Perhutani, dan TNI-Polri dalam rangka penertiban kawasan hutan.

“Sebelumnya, kegiatan dilakukan pada tanggal 27 Maret 2020 adalah pemasangan Portal. Untuk mengurangi mubilitas kendaraan Roda 4 di kawasan hutan,” katanya, Sabtu (4/4/2020)

BACA JUGA :  Ormas Topi Bangsa Gelar Aksi Depan Gedung Kejari Jember Usut Tuntas 107 M

Sementara guna mengangkut hasil panin masyarakat sambung Gani sapaannya, Perhutani Bondowoso juga terus melakukan kegiatan Prefentif berupa patroli Gabungan. Seperti dilakukan pada Sabtu (4/04/2020).

Ikut serta dalam Patroli Gabungan yaitu, Waka Adm Bondowoso selatan, KSS Komunikasi Perusahaan dan Pelaporan, Danru Polhutmob serta Jajaran BKPH Sukosari ke petak 82 yang merupakan hutan lindung yang ditanami kubis secara illegal.

BACA JUGA :  Pengedar Upal yang Ditangkap Polisi Surabaya Ternyata Warga Jombang

Ia juga menjelaskan jika kegiatan prefentif yang berupa patroli gabungan bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap Kawasan Hutan.

“Hari ini kita mendapati petani kubis yang lagi melakukan pembersihan. Kami beri peringatan bahwa yang dilakukan oleh mereka adalah salah, apalagi sekarang musim penghujan yang mana kegiatan yang dilakukan adalah pemicu terjadinya banjir,” paparnya.

BACA JUGA :  Dua Resedivis Pelaku Curanmor Kembali Diringkus Polisi

Kendati demikian, petani kubis yang kedapatan sedang membersihan garapannya, kami arahkan ke Polsek Sumberwringin untuk di beri peringatan sebagai bentuk efek jera kepada mereka.

“Kegiatan ini untuk mengembalikan kondisi hutan kepada fungsinya, masyarakat kami beri peringatan dan harus menjaga alam kita ini sebelum terjadi bencana lebih besar lagi,” pungkasnya.

  • Reporter : Yadi/Hartono
  • Editing : Adit
  • Publisher : Jasuli/Husairi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan