LABUHANBATU, Lensa Nusantara – Rapat monitoring dan evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Kabupaten Labuhanbatu di Aula kantor Camat Bilah Hulu, Rabu (24/6/2020) sempat terjadi insiden memilukan. Tak mampu menahan emosi, salah seorang Tim monitoring pukul meja.
Ketegangan sempat terjadi antara Direktur (Ketua) BUMDes Desa N4, Ari dengan salah seorang pembinanya, beruntung kejadian dapat diredam oleh peserta lainnya. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seluruh pengurus BUMDes Desa N4 pun memilih meninggalkan lokasi kegiatan lebih awal.
Menanggapi kejadian tersebut, salah seorang peserta menyayangkan peristiwa yang terjadi. Kegiatan yang seharusnya melakukan pembinaan kepada BUMDesa, malah jadi tontonan buruk di agenda terakhir kegiatan monitoring BUMDesa se-Kabupaten Labuhanbatu tersebut.
“Kami pengurus BUMDesa datang kemari untuk mendapat arahan agar unit usaha yang kami jalankan bisa berjalan baik. Tapi kalau melihat seperti ini, mending kami gak usah datang,” ujar salah seorang peserta.
Terlepas siapa yang salah dan benar, sambungnya lagi, mestinya masing-masing peserta rapat saling menahan emosi.
“Acara kan pembinaan bukan anggar otot,” katanya.
Ia berharap, kejadian ini tidak akan terulang lagi dan meminta kepada Bapak Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe untuk lebih selektif menempatkan Tim monitoring dan evaluasi BUMDesa.
“Kalau bisa para pendamping desa kami maupun tim pembimbing kami yang penyabar, bukan yang gampang naik darah. Coba kalau tidak dihalangi peserta yang lain, mungkin bisa saling serang tadinya.”
Dari pantauan di lokasi, Kepala Desa N4 juga sempat “tersulut emosi” dan menendang kursi.
“Enggak boleh gitu. Bukan gebrak-gebrak gitu caranya. Inspektorat aja meriksa tidak gebrak-gebrak meja. Maen gebrak meja apa rupanya,” ujar Kades N4, sambil mengajak seluruh pengurus meninggalkan rapat.
“Evaluasi evaluasi lah, tapi jangan gebrak meja,” ujar Kades N4.
Untuk diketahui kegiatan dikuti oleh seluruh pengurus BUMDesa dari delapan Desa di Kecamatan Bilah Hulu, yakni Desa N1,N2, N3, N4, N5, N6, N7 dan N8.Tiap desa mengambil tempat masing-masing sesuai nomor yang telah ditentukan oleh panitia. (Jan Saiman)








