Uncategorized

Semangkin Langka, Warga Kelurahan Danau Balai Ajak Penggemar Geliatkan Kembali Takraw

49
×

Semangkin Langka, Warga Kelurahan Danau Balai Ajak Penggemar Geliatkan Kembali Takraw

Sebarkan artikel ini

LABUHANBATU, Lensa Nusantara – Permainan sepak takraw kini sudah jarang ditemui. Olahraga yang dimainkan enam orang ini semangkin sepi peminat bahkan bisa dibilang langka.

Namun demikian beberapa warga Kelurahan Danau Balai, Kecamatan Rantau Selatan terus berupaya mempertahankan olahraga tradisional tersebut.

Example 300x600

Pantauan awak media Lensa Nusantara, Senin (20/7/2020) dengan lapangan seadanya, para peminat sepak takraw di Kelurahan Danau Balai sangat menikmati jalannya permainan.

Tampak terlihat, waktu sore pun diisi dengan canda penuh keakraban.

Meski tanpa mendapat latihan secara khusus, permainan sepak takraw berlangsung cukup menarik dan menghibur.

Usai berlangsungnya olah raga tersebut, Lensa Nusantara mencoba berbincang-bincang kepada para pemain. Takraw sendiri sudah hadir sejak setahun yang lalu. Namun, bencana Covid-19 membuat permainan takraw terhenti beberapa bulan.

Sayangnya, memasuki era New Normal banyak lapangan sepak takraw yang sebelumnya aktif gelar permainan kini telah dialih fungsikan dengan kegiatan yang lain.

Salah seorang warga mengaku kesulitan untuk melakukan pertandingan guna mengasa kemampuan serta menyalurkan hobinya.

“Di Rantau (Wilayah Ibu Kota kabupaten Labuhanbatu) gak ada satu pun, di mana pun. Kalau ada, pingin main bareng gitu. Sudah langkah, kalau dulu masih banyak,” ujar salah seorang warga.

Namun demikian sepinya peminat tidak menyurutkan semangat para warga, bahkan di Kelurahan Danau Balai terdapat empat tim ramaikan jalannya permainan.

Selanjutnya guna geliatkan kembali takraw di Labuhanbatu, para warga mengundang seluruh pencinta takraw untuk bisa berkeringat bersama dengan olahraga tersebut.

Warga Danau Balai juga mengutarakan sangat membuka diri bagi siapa saja yang ingin mengisi waktu sore berlatih takraw bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi. (Jan Saiman).

Tinggalkan Balasan