Berita

Bhabinkamtibmas Tabona Bantah Aniaya Warga

55
×

Bhabinkamtibmas Tabona Bantah Aniaya Warga

Sebarkan artikel ini

BOBONG Maluku Lensanusantara.co.id – Babinkamtibmas Kecamatan Tabona, Yardi Buamona baru – baru ini diisukan pada sejumlah media online bahwa dirinya Diduga telah menganiaya warganya sendiri.
Menanggapi hal tersebut kepada media ini (8/11/2020) akhir pekan kemarin, Yardi Buamona membantah keras informasi tersebut, menurutnya informasi yang dipublis sejumlah media online terkait penganiayaan warga desa kataga itu adalah informasi sepihak yang tidak benar adanya.

Ia lantas menceritakan kronologi kejadian tersebut, bahwa ia diminta memediasi sebuah kasus antara saudara Tomas warga kataga yang pernah meminjam uang kepada Bas warga desa Kabuno sebesar 3 juta, namun karena saudara Tomas belum melakukan kewajiban uang pengganti sesuai dengan tanggal kesepakatan, dilaporkan kepada yardi selaku babinkamtibmas diwilayah itu.

Example 300x600

“Jadi setelah menerima laporan dari masyarakat desa Kabuno itu saya langsung panggil Thomas dan bas untuk mengurus hal itu, ternyata Letus Polisi Kene juga datang, nah saat saya bertanya kepada tomas, yang menjawab itu bukan tomas tapi letus polisi kene yang menjawab, dan karena saya menilai keberadaan letus itu hanya akan menambah masalah karena terus berbicara tanpa mau mendengar pihak lain, jadi saya bilang dia keluar saja,” jelas yardi,

Sayangnya Letus polisi kene tetap tidak menggubris kata babinkamtibmas tersebut dan terus berbicara membuat keadaan semakin tegang, sementara tomas tidak ingin melawan permintaan ganti uang tersebut dan berjanji akan segera mengganti uang tersebut diatas meterai , dan letus terus berbicara dengan nada keras sehingga yardi langsung mengambil langkah tegas mengeluarkan letus dari rumahnya.

” Beta sudah kase ingat dia berulang kali dan kase kaluar dia dari rumah, beta bilang se sapa ? Tapi dia terus berbicara di pak bas, jadi saya takut jangan sampe masalah bukan tambah selesai tapi tamba jadi keributan makanya saya user dia dari rumah, tapi dia tetap tara mau, beta tola dia tapi dia tetap keras kepala, jadi beta pura-pura mo pukul dia saja, pas dia mo tangkis langsung saya dorong dia pake kursi plastik, langsung dia jatuh, dan kemudian dia berdiri langsung bilang terima kasih pak polisi sudah pukul saya” terangnya.

Babinkamtibmas itu tetap santai dan memyelesaikan urusan tersebut hingga kedua belah pihak sepakat untuk mengganti uang yang dipinjam dengan menandatangani kesepakatan bersama diatas meterai 6000. Ternyata, letus polisi kene tidak menerima perlakuan babinkamtibmas tersebut dan melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Taliabu barat melalui kuasa hukum salah satu pasangan calon. sehingga bagi yardi hal tersebut sudah bercampur dengan kepentingan politik.

“Sebenarnya saya tidak pukul pelapor itu, saya cuma dorong saja, karena dia tidak mau keluar saat saya suruh keluar, tapi yangw dong laporkan sekarang katanya saya pukul dia, tapi saya akan tetap ikuti proses penyelesaian kasus ini sampai selesai, dan terap siap menerima resiko,” tutupnya

Sebelumnya, yardi telah diberitakan oleh sejumlah media online secara sepihak, dimana, yardi di informasikan telah memukul korban dan melempari korban dengan menggunakan kursi. Hal ini tentu sangat berbeda dengan pengakuan yardi sendiri yang mengaku hanya mendorong dengan menggunakan kursi, dan tidak pernah memukul sedikitpun.

Hingga berita ini Diterbitkani, pihak kanit reskrim polsek taliabu barat belum sempat dihubungi sehingga belum diketahui sudah sejauh mana perkembangan kasus tersebut,(Sunardi)

Tinggalkan Balasan