Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu (4/4/2026) di Ballroom Hotel Ijen View, Bondowoso.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal partai serta menentukan arah strategi politik ke depan.
Muscab tersebut turut dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, jajaran pengurus, kader, hingga tamu kehormatan dari berbagai elemen. Suasana berlangsung dinamis dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat peran PKB di tingkat daerah.
Perwakilan DPP PKB, Dr. Hj. Anggia Ermarini, M.K.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas soliditas kader PKB Bondowoso.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam menjalankan program-program kerakyatan.
“PKB harus terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memperjuangkan sektor-sektor strategis seperti perdagangan, koperasi, UMKM, dan BUMN. saya juga menekankan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan menjadi prioritas utama,” ujar Anggia, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI.
Menurutnya, Muscab bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga sarana evaluasi dan penyusunan langkah konkret untuk menghadapi tantangan politik dan ekonomi ke depan.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dafir, menegaskan bahwa Muscab menjadi titik awal untuk memperkuat barisan kader hingga tingkat akar rumput.
“Kami berkomitmen menjadikan PKB Bondowoso semakin solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Muscab ini bukan hanya forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga wadah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Ahmad Dafir.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh kader diharapkan mampu menjaga kekompakan dan meningkatkan kerja nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung program pembangunan daerah.
Dengan terselenggaranya Muscab ini, PKB Bondowoso diharapkan semakin siap menghadapi agenda politik ke depan serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai keumatan dan kebangsaan.














