Lensa Nusantara
Berita Featured

Tim Balai Arkeologi Jabar Temukan Candi Peninggalan Budha di Pantai Batu Putih Ketapang Lam Sel

Lampung Selatan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Desa Ketapang kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan ternyata banyak menyimpan peninggalan peninggalan sejarah, tepatnya di area Wisata Pantai Batu putih Bahari.

Tim Balai Arkeolgi Jawa Barat, yang di Ketuai langsung Deni Sutrisna,MHum bersama timnya dan dengan di dampingi Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, Afna Yudiatama hadir di Batu Putih Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka melakukan Kunjungan Kerja meninjau situs sejarah yang sebelumnya pernah diteliti oleh BALAR(Balai Arkeologi Jawa Barat ) oleh Nanang Suoranoto saat itu pada tahun 1995 silam.

Kehadiran Ketua BALAR Deni Sutrisna dan timnya di sambut dan di dampingi oleh Kepala Desa Ketapang Hamsin, Ketua Pura Segara Batu Putih, I Wayan Sude,Spd serta Pengurus Pokdarwis dan beberapa  awak media di Lampung Selatan.(17/04/2021)

Di lokasi,Deni Sutrisna mengatakan bahwa Tugas Badan Arkeolgi Jawabarat itu adalah melakukan penelitian dan pelestarian di wilayah kerjanya.Sedangkan Provinsi Lampung merupakan salah satu diantara tiga provinsi yang menjadi wilayah kerjanya ,selain DKI Jakarta ,Jawa Barat dan Provinsi Banten.

Di katakan olehnya bahwa timnya   pernah melakukan penelitian dengan melakukan penggalian langsung kususnya di area lokasi tersebut pada tahun 1995.

“Perjalanannya sudah sekian tahun, ternyata sudah banyak berubah.Dari informasi staf senior kami pak Nanang Saptono, bahwa pada saat itu belum ada bangunan megah Pura Segara Batu Putih ini.Beliau mengatakan bahwa dulu pura nya masih kecil dan terbuat dari bahan kayu.”. Ucapnya

Ia melanjutkan,”Hasil penelitian saat itu belum bisa di simpulkan,tapi dari temuan struktur sebaran batanya mengindikasi seperti sisa bangunan pusat keagamaan yang lebih mengarah kepada peribadatan Agama Budha.

Saat ini Balai sedikit kehilangan data data yang lama,maka hendaknya situs ini di jaga atau di lindungi.

Saya hanya berpesan ketika nanti baik Balai Arkeolog Jawa barat maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya  (BPCB )Banten yang kita lakukan disini adalah mencari obyek obyek lain diluar pagar Pura Segara Batu Putih.Barang kali masih ada sisa-sisa yang belum muncul masih terpendam didalam tanah,makanya Badan Arkeologi saat ini sifatnya hanya peninjawan.”Ujarnya

Sambung nya kembali, “hal ini akan kita bicarakan dengan Instansi selevel Balai Arkeologi,juga dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Lampung Selatan. Ibuk Kadis Rini sangat merespon kegiatan ini,kira kira kedepannya mau di kelola seperti apa,bila perlu dilakukan Eksavasi? tentu dengan melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Karna Bagi Provinsi Lampung,kususnya Kabupaten Lampung Selatan,situs ini sangatlah penting,karna di Provinsi Lampung sangat minim sekali situs yang berbau ke agamaan Hindu – Budha,karna kita tau bersama, Candi candi hanya adanya di Pulau Jawa. Situs ini di perkirakan kuatnya mengarah ke Situs Umat Budha saat itu”. Terang Ketua Balai Arkeolgi Jabar Deni Sutrisna

Masih di seputaran area tersebut, Nanang Pranoto selaku tim Peneliti Utama yang pernah melakukan penggalian tahun 1995 yang turut hadir di batu Putih Ketapang mengungkapkan, bahwa pada saat itu ia dan timnya menemukan struktur struktur puing puing bangunan.Namun dikatakannya ia belum bisa menyimpulkan bangunan apa.

“Memang indikatornya ini bangunan suci karna kita menemukan potongan Arca bagian kaki kemudian di titipkan ke salah satu warga pemilik tanah.Berdasarkan temuan disini dan laporan yang lain,bahwa di lokasi ini banyak di temukan Arca bergaya Budha.Dari struktur temuan temuan batu batanya di sini menyatakan adanya bangunan Candi yang di perkirakan berbarengan di masa abad ke – 8 Kerajaan Sriwijaya di Sumatra selatan”. Ungkapnya

Nanang melanjutkan, “Kami mendapatkan kan informasi dari Masyarakat bahwa di sini akan di kembangkan jadi Pariwisata,makanya kami hadir kembali untuk meninjau,jangan sampai merusak yang sudah ada.Jika ingin mendirikan bangunan Permanen, harusnya sekitar 50 Meter dari titik situs Lokasi.Di daerah Lampung bagian selatan situs ini adalah satu satunya, tidak ada lagi.Jadi kelangkaannya itu sangat sangat tinggi.Kalau kita mau merekontruksi itu seperti Candi Prambanan di Jawa yang hancur, enggak mungkin,materialnya kurang.Tapi setidak tidaknya jejaknya masih ada.maka harus di lestarikan jangan malah tambah rusak lagi.”.Terannya

Menanggapi seringnya di lakukan penelitian,bahkan ternyata sudah di mulai tahun 1995 yang lalu,namun hasilnya tidak jelas, sehingga banyak memunculkan berbagai pertanyaan di warga Desa Ketapang itu sendiri.

Terkait hal itu Kepala Desa Ketapang menyambut baik.”Saya berharap adanya aksi nyata,jangan penelitian terus,katanya sudah pernah di lakukan penelitian pada tahun 1995 juga.

Dan belum lama ini dari Balai Pelestarian Cagar Budaya ( BPCB ) Provinsi Banten juga sudah melakukan Penelitian.”Harap Kades Ketapang

Hal senada di katakan Hadi Kusuma selaku Ketua Pokdarwis Batu Putih Desa Ketapang, ia menambahkan.

“Jika memang tabir misterinya sudah terkuak,dengan berbagai macam temuan temuan seperti yang di ungkap baik tim Arkeolgi Jawa Barat maupun Tim BPCB Banten,yang menyatakan  bahwa, di Provinsi Lampung,ini satu satunya temuan situs Candi ada nya di Batu Putih Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Lampung Selatan,tentunya kita masyarakat dan Publik ingin mengetahui.seperti adanya plang yang tertulis keterangan situs apa, dan tertancap di area Batu Putih.Itu akan menjadi temuan kekayaan khasanah budaya dan menjadi nilai historis serta menjadi magnet kuat dari berbagai penjuru Kabupaten bahkan Provinsi lain akan masuk ke Batu Putih Desa Ketapang.Tinggal kesadaran warga Masyarakat (SDM) setempat.Ini menjadi Pekerjaan Rumah(PR) Pemerintah Desa Ketapang, para  Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama bahkan perhatian Dinas terkait untuk memberikan semacam Bimtek membuka wawasan warga masyarakat.

Semoga Instansi terkait bahkan Negara segera melakukan Action dengan secepatnya melakukan langkah langkah strategis yang di anggap perlu”. Papar Ketua Pokdarwis (Hadi Kusuma)itu dengan santai. (Man)

Related posts

Polri Peduli”Jajaran Anggota Polsek Tapen Polres Bondowoso Bedah Rumah Warga Yang Tidak Layak Huni”

ADM

Bupati Pamekasan Mengajak Insan Pers Hindari Pemberitaan Hoax

Lensa Nusantara

Kebangaan Serda Hendri Menjadi Bagian dari Satgas TMMD Reguler ke-108 Kodim 0421/Lampung Selatan

Lensa Nusantara