Lensa Nusantara
Featured Kesehatan

Yasobat,Target 2030 Kaimana Bebas Malaria


Kaimana, LENSANUSANTARA.CO.ID – Yayasan Sosial Pengembangan Kawasan Timur Indonesia (YASOBAT) Kabupaten Kaimana targetkan di tahun 2030 kaimana bebas dari penyakit malaria.


Yasobat adalah salah satu Yayasan Sosial yang bekerja sama dengan Perdaki dalam rangka menangani atau memberantas penyakit malaria diwilayah Indonesia Timur kususnya di Papua dan Papua Barat.

Oleh sebab itu Yasobat Kaimana, pada Sabtu (17/4) mengawali kegitan yakni melaksanakan kerja bhaksti sosial bersama masyarakat Kampung Sisir II Distrik Kaimana, yaitu pembersihan lingkungan Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Jemaat Ora Et Labora Kampung Sisir II. Serta memberikan pencerahan terkait pelayanan serta kepedulian guna kesadaran masyarakat pentingnya menjaga dan merawat lingkungan agar terhindar dari penyakit malaria.

Hal itu di kemukakan Kepala SSR Yayasan Sosial Pengembangan Kawasan Timur Indonesia (Yasobat) Kabupaten Kaimana, Slamet Laway,S.TTP, kepada Wartawan usai kerja bhakti sosial di kampung sisir II,pada Sabtu (17/4/2021).

Dia mengatakan bahwa anggota yasobat kaimana sebagian besar adalah tenaga kesehatan (Nakes) dan telah mengikuti pelatihan di kota sorong sejak beberapa waktu lalu,terkait dengan mengeliminasi penyebaran penyakit malaria.


“Kami dari Yayasan Yasobat yang bekerja sama dengan Perdaki untuk mengeliminasi penyebaran penyakit malaria di beberapa kabupaten yang ada di Papua Barat termasuk Kabupaten Kaimana,dan yayasan Yasobat dan Perdhaki, yang mana keduanya dibawa naungan keuskupan manokwari sorong yang bergerak di bidang penanganan penyakit malaria,”Jelasnya.

Pria yang juga putra kaimana ini, menyebutkan bahwa pada bulan Mei 2021 mendatang pihaknya akan melakukan sosialisasi dan diskusi publik di lima kampung UKBM yang ada di kaimana yaitu kampung Trikora, Coa , Tangaromi, Sisisr II dan Waho.


“Di tahun 2030 mendatang target kami yayasan Yasobat dan Perdaki adalah penyakit malaria ini harus teriliminasi dari Papua , Papua Barat, sehingga pada saat kami melakukan pelatihan di sorong, kami berkomitmen untuk terjun langsung ke lima kampung UKBM, dan pada hari ini kami giat perdana di kampung Sisir II, sekali gus kami menyampaikan kepada pihak pemerintah kampung dan masyarakat bahwa pada bulan depan nanti kami akan melakukan penelusuran ( On tracing )dan diskusi kampung tentang penyakit malaria, ”pungkasnya.

Slamet Laway, mengakui bahwa dari data malaria yang di miliki oleh pihaknya, kusus di kaimana ada beberapa tempat yang tingkat penyakit malaria masih tinggi.


“Terkait Data Kesehatan kabupaten kaimana kususnya terkait penyakit malaria yang kami miliki, kalau dari dari itu masih di angka 9, karena ada beberapa tempat yang apinya masih 9 , dan hal ini memang harus dilakukan penangganan kusus, kemudia program yang ada dari yayasan Yasoban maupun dari Perdaki ini ,itu dia harus singkron dengan yang ada di Dinas Kesehatan, sehingga nanti kami sama sama dengan pihak dinkes melakukan eliminasi untuk ke 2030 kaimana bebas dari malaria, dan ini bukan untuk di kaimana saja, tetapi di seluruh wilayah papua, papua barat ,”ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa kedepan pihaknya akan melakukan pemeriksaan bagi masyarakat secara gratis, karena Yayasan Yasobat telah memiliki Kator di kaimana.


“Jadi kedepan memang kusus untuk penyakit malaria ini, kami akan melakukan pemeriksaan secara gratis kepada seluruh masyarakat kaimana, dan di kaimana sendiri kami sudah punya kantor yang berdekatan dengan gereja katolik kroy, dan disitu nanti siapa pun bisa datang konsultasi bersama pihak kami terkait dengan penyakit malaria,” Cetusnya.

Diakhir komentar, sebagai ketua yasobat kaimana Slamet Laway dan seluruh anggotanya berkomitmen siap memberantas penyakit malaria diwilayah kabupaten kaimana,sehingga di tahun 2030 mendatang kaimana terbebas dari penyakit malaria, sebab hal ini menjadi harapan masyarakat kaimana.(Lukas)

Related posts

Dana Desa Bukan untuk di Korupsikan, Masyarakat Kerja dan Sejahtera

Lensa Nusantara

Danyonif Raider 514 Kostrad Hadiri Rapat Koordinasi Gugus Tugas Penanganan Covid – 19, Terkait Mendukung Penuh Pemda dan Dinkes Bondowoso

Redaksi

Bupati Kuansing Mursini Minta Masyarakat Tetap Taat Himbauan

Lensa Nusantara