Lensa Nusantara
Banyuwangi Featured

Aksi Bela Aktivis, Warga Grebek PN Banyuwangi

Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pengadilan Negri Banyuwangi, di grebek warga bahwasanya Aksi bela tiga aktivis asal desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi di duga tidak mendapatkan keadilan dimeja hijau.

Tiga warga yang di kriminalisasi tersebut yakni Ahmad Busi’in, H. Sugianto Dan Abdullah mereka pada bulan Agustus tahun 2018 sempat menghadang armada pengangkut material hasil tambang di desa Alasbuluh.

Masa aksi sempat menaburkan bunga di depan Pengadilan negeri Banyuwangi disimboliskan menurut masa aksi hal tersebut dikarenakan tidak adanya keadilan didalam meja hijau.

Ahmad Rifa’i salah seorang kuasa hukum dari tiga warga Alasbuluh tersebut mengatakan bahwa ia hanya menghadang untuk tidak melewati jalan pemukiman warga karena akses yang sempit. “Banyak anak kecil bermain dan juga berdebu,”. Katanya, Kamis (27/05/2021).

Menurutnya, Mereka hanya menghadang tanpa ada intimidasi ataupun perlawanan, mereka hanya bilang jangan lewat di sini karena akses terlalu sempit, kan masih ada jalan lain selain ini yang lebih aman, begitu kata kata yang di lontarkan saat penghadangan tahun 2018 lalu, tapi justru di anggap menghalang halangi aktivitas tambang berijin. Pungkasnya

“Kemudian, Pada awal tahun 2019 ketiga warga tersebut ternyata di laporkan oleh pihak tambang dan hari ini mereka divonis tiga bulan penjara,”. Ujar Ahmad Rifa’i, Kamis (27/05/2021).

Sehingga, lanjut Rifa’i, hari ini adalah sidang putusan, mereka di vonis tiga bulan penjara dengan pasal yang di terapkan yaitu pasal 162 undang undang minerba. “padahal, tidak ada yang memberatkan hanya saja di putus salah gitu saja, jadi perbuatan terdakwa bahwa tebukti memenuhi unsur pasal tersebut, dengan fakta hanya menghadang dumptruck di tengah jalan itu saja. Jadi perbuatan itu di nyatakan bersalah,”. Jelasnya.

Sementara itu alasan mereka menghadang, tambah Rifa’i , tidak menjadi pertimbangan itu yang menurutnya menjadi penyesalan dalam persidangan ini, itu yang kami maksud sebagai aspek hukum lingkungan.

“Maka dari itu masih ada waktu 7 hari lagi, dan kami akan mengajukan banding, karena terdakwa tidak menghalangi Tambangnya, karena mereka tidak pernah naik ke tambang, mereka hanya menginginkan lewat jalan lain tidak lewat perkampungan itu menurut terdakwa, sedangkan menurut penambang jalan lain ada tapi jalanya rusak dan agak jauh, sehingga tidak mau lewat jalan lain”.(Febri)

Related posts

DPRD Komisi III Kaltim Martihinus, Jembatan Tering dan Aji Tulur Jejangkat di Lanjutan

Lensa Nusantara

Dandim 0822 dan Kapolres Bondowoso Bubarkan Anak Nongkrong di Ruang Terbuka dan Cafe

Redaksi

Pemkab Kuantan Singingi Kucurkan Dana Rp7 Miliar untuk Kuantan Tengah

Lensa Nusantara