Lensa Nusantara
Berita Politik

Harlah PKB ke-23, Ketua DPC PKB Bondowoso Ajak Kadernya Menata Kemenangan di 2024

H. Ahmad Dhafir, Ketua DPC PKB/Ketua DPRD Bondowoso, saat menyampaikan orasi politik, dalam acara Harlah PKB ke 23, di Kantor DPC PKB Bondowoso, (Foto: Ubay/Lensa Nusantara)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-23 bertepatan pada Tanggal 23 Juli 2021. Momen ini turut menjadi atensi Ketua DPC PKB Bondowoso H. Ahmad Dhafir.

H. Dhafir mengatakan, Harlah PKB bukan hanya seremonial, sesuai instruksi DPP PKB, seluruh kader DPC PKB Bondowoso dan anggota fraksi PKB di DPRD Bondowoso telah meng-aplikasikan Harlah ke 23 ini dengan kegiatan khotmil quran, pambagian daging qurban dan bakti sosial, sebagai bentuk wujud kepedulian DPC PKB Bondowoso di tengah kondisi pandemi saat ini.

Menurutnya, wabah Covid 19 ini sangat mencekam bagi masyarakat, Hari ini bukan hanya masyarakat yang antri masuk Rumah sakit, tetapi juga jenazah yang antri keluar Rumah sakit .

BACA JUGA :  Wakil Walikota Gunungsitoli Serahkan Bantuan Secara Simbolis Kepada Warga Masyarakat Korban Bencana Angin Puting Beliung

“Saya selaku pimpinan DPRD juga selaku ketua DPC PKB Bondowoso, ikut prihatin dengan keadaan hari ini, kondisi ekonomi masyarakat anjlok, juga bagaimana para tenaga kesehatan, dia mengorbankan nyawa sendiri untuk membantu masyarakat miskin, yang sampai saat ini honor tenaga kesehatan belum diberikan, karena menunggu Peraturan Bupati yang belum turun,” kata H. Dhafir dalam orasi politiknya, di acara Harlah PKB, di Kantor DPC PKB Bondowoso, Jumat, (23/7/2021).

H. Dhafir memaparkan, dalam memperingati Harlah PKB yang ke 23, harus dijadikan momentum evaluasi diri, bahwa ada beberpa hal yang harus disempurnakan, memantapkan sikap  untuk menata kembali dan menyongsong kembali kemenangan PKB pada 2024 mendatang.

BACA JUGA :  Gugatan Musa-Dito Ditolak BAWASLU Lampung Tengah, Imam Suhadi Sujud Syukur

“PKB Hari ini menjadi partai modern, manjadi partai millenial, tetapi tidak keluar dari kultur niat luhur dilahirkannya PKB,” ucapnya.

Oleh karenanya. dalam Harlah PKB ini, H. Dhafir mengajak seluruh kader PKB untuk berjuang dari titik nol, dimana posisi PKB sebagai wadah perjuangan Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh anggota fraksi putra-putra terbaik Bondowoso, yang tidak hanya berfikir menjadi anggota DPRD, tapi berfikir untuk kepentingan seluruh rakyat Bondowoso.

“Tanamkan, bahwa PKB dilahirkan dari Ulama untuk Bangsa, sesuai jargon para Ulama, dari ulama untuk Bangsa,” Tegasnya.

H. Dhafir menegaskan, bahwa PKB dilahirkan untuk alat perjuangan NU di Pemerintahan. Maka kebijakan politik yang diambil oleh PKB khususnya di Bondowoso, adalah amanah ulama. Dan selama pemerintahan ini berpihak untuk kepentingan masyarakat Bondowoso, khususnya warga NU, maka sebuah kewajiban bagi PKB untuk selalu mendukung kebijakan pemerintah.

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPRD SBD: Fahami Makna Evaluasi Sebenarnya

“Bagi PKB, bukan persoalan siapa Bupatinya, tapi apa yang diamanahkan oleh NU,” jelasnya.

Fraksi PKB bukan orientasi pada orang per-orangan, tapi orientasi PKB untuk
kepentingan masyarakat Bondowoso.

“Kami tidak akan keluar dari garis-garis besar perjuangan NU, mudah-mudahan Harlah PKB ke 23 ini menjadi titik nol untuk menata kembali lahirnya PKB, dan kembali pada khittohnya, kembali pada niat luhurnya PKB di era 1998, dan kita dapat meraih kemenangan, mari kita menangkan PKB di 2024,” pungkasnya. (ubay)