BeritaTNI

Dandim 1629 Sumba Barat Daya Menyerahkan Secara Simbolis Hasil Renovasi Mesjid Raden Billah

133
×

Dandim 1629 Sumba Barat Daya Menyerahkan Secara Simbolis Hasil Renovasi Mesjid Raden Billah

Sebarkan artikel ini


SBD, LENSANUSANTARA.CO.ID – Jumat 12 november 2021 pimpinan dandim kodim 1629,Letkol inf Alfat Denny andrian menyerahkan mesjid secara simbolis kepada ketua Takmir mesjid Raden Bilal bersama umat islam di weha lero desa kec.kodi kabupaten Sumba Barat Daya -NTT

Penyerahan Ini berlangsung secara simbolis di depan Mesjid Raden Bilal bersama dengan ketua takmir,tokoh agama ,tokoh masyarakat,tokoh pemuda, bersama dengan Babinsa-babinsa yang ada di satu kecamatan kodi dengan diwakili oleh anggota polsek kodi Pak Darmono beserta Sekcam kodi Agustinus Radu jaka woli begitu juga turut dihadiri oleh kades Pero Konda Bapak Koda sanggore

Example 300x600

Hal ini Dandim mengucapkan bahwa salah satu program kerja kami di masyarakat sebagai perpanjangan tangan dan turut andil dalam bidang keagamaan sehingga mencapai tujuan bersama dan kesamaan dalam hal pembangunan daerah khusus di daerah kerja TNI AD sebagai Abdi masyarakat dan membela Negara ungkap Dandim letkol inf Alfat Dendy Andrian

Hal kebahagian yang luar biasa oleh ketua Takmir Mesjid Bilal Jumma Fandi Mara sangat bahagia sekali ketika menerima secara simbolis mesjid yang direnovasi selama beberapa bulan yang lalu oleh TNI AD bersama masyarakat setempat di desa dusun weha Lero kec.Kodi Kab.sumba Barat Daya provinsi Nusa Tenggara Timur

Berbicara tentang sejarah kedatangan islam di pulau Sumba yang dimulai di abad ke 14 dan ke 15 tak jauh dengan sejarah kedatangan islam di pulau jawa yang di bawah oleh Wali sanga begitu juga di pulau Sumba yang didahului oleh keturunan wali sanga (sangaji) yakni Abdullah Ngundung dengan panggilan Dolla ngundung yang merupakan Cucu dari Sunan Ngundung Di jawa (Zaman kerajaan mojopahit) mereka memulai dari pulau jawa sampai pulau sumbawa dan sekitarnya hingga mereka bersandar dibandar muara waingapu ,Tanjung sasar hingga menjadi kabupaten Sumba Timur,sumba tengah ,sumba Barat hingga sumba barat Daya seperti kita dengar dalam istilah hikayat babat sejarah pulau Sumba hingga sampai di kodi ini

yakni dalam hikayat syair adat kebiasan di ucapkan adalah Ana kahahar malandi atti likke,ana takka lendi watu sehingga mereka menduduki pulau Sumba dipinggir muara pulau Sumba,sampai di ujung barat daya sumba Tanjung karoso (kodi)

Bercerita tentang islam yang ada di weha lero desa wura himba memang diawali oleh salah satu Ana Koda yakni Koda mara yani yakni umbu Ali alias Ratu Gahu anak Mantu dari Datuk syekh AL Habib Abdurrahman Al Gadry yang diperkirakan datang ke kodi ditahun 1845 masehi ,begitu juga di kodi Bangedo di abad ke 18 Tiga ana Koda yakni Ana Qoda Maha(Muqodammaha),Ana Qoda baya dan Ana qoda wunu hampir beriringan di abad itu bersama dengan Ahmad AlHadad ,muhammad Al jufri ,Ali bin Muhammad Fad’aq ,dan lain lain

Beberapa masyarakat pun sangat antusiasi dan semangat berkobar dalam beribadah ketika media ini mengadakan jumpa media beberapa tokoh agama seperti Ustad Ridwan sanggore.S.Pd sangat bangga karena begitu lihat mesjid yang baru di renovasi oleh TNI-AD beliu mengucapkan secara dalam-dalam kepada TNI-AD yang turut partisipasi membantu keadaan mesjid kami ungkapnya dengan wajah senyum tak terhingga beliu juga mengucapkan terima kasih terhadap saudara-saudara nonmuslim juga yang turut serta dalam acara penyerahan secara simbolis mesjid ini ungkapnya

Ketika media menanyakan tentang kisah mendirikan mesjid ini memang penuh dengan beberapa kekurangan tapi kami tetap sabar menjalani sebagai awal semangat kami dari jalan kaki dengan belasan kilo meter untuk pergi jumatan ke pero konda ucapnya (Red Gus Mone AL Mughni)

Tinggalkan Balasan