Daerah  

MCK Tahun 2019 Desa Batu Sasak Diduga Sunat Masal, Ini Respon Inspektorat Kampar

Kampar, LENSANUSANTARA.CO.ID – “Viral” pembangunan mandi cuci kakus (MCK) ukuran 6×8 c.m. di desa Batu Sasak Kampar kiri Hulu kabupaten kampar pada tahun 2019 lalu. menghabiskan anggaran keuangan negara sekira 460 juta rupiah namun terkesan sia sia .

Pembangunan baru IPAL kombinasi MCK dana DAK sanitasi berupa hibah ke desa dinas perumahan permukiman kampar hingga saat ini masyarakat setempat belum bisa menikmati akan pembangunan tersebut . diduga anggarannya di sunat kades setempat.

Kenapa tidak Kades mengakui penguna anggaran pembangunan MCK dari desa dan juga anggaran yang di alokasikan dari dana hibah pada tahun 2019 pekan lalu fantastis. namun kata kades butuh anggaran lebih kurang 20 juta rupiah lagi baru bisa di fungsikan warga .

BACA JUGA :  "Polisi Peduli penghijauan"Polsek Grujugan Tanam Pohon Di Desa Kabuaran

Di tanya tim uang 460 juta rupiah tersebut apakah belum cukup sehingga masih membutuhkan lebih kurang 20 juta rupiah lagi untuk bangunan MCK baru bisa di fungsikan masyarakat, saat dikonfirmasi tim namun Riyumita lebih memilih diam.

Selanjutnya kepala inspektorat kabupaten Kampar Febrinaldi melalui kepala dinas sosial Muhammad yang menjabat inspektorat pada tahun 2019 sewaktu itu. beber Muhamad (27/3/2022) .

BACA JUGA :  Kedapatan Transaksi Judi Togel Di HP Aiptu Komang Beserta Tim Resmob Amankan Warga Banyuglugur

“Kalau sumber anggaran DAK, Inspektorat hanya melakukan reviu. Reviu itu hanya on desk, tidak turun lapangan, sambungnya.

Kalau persoalan tidak dimanfaatkan warga, bisa tanyakan lansung ke pemdes. Perkim, kenapa dan apa alasan tidak di manfaatkan??

Inspektorat hanya melakukan reviu. reviu dilakukan sesuai aturan on desk, tulis Muhammad melalui via whatsApp yang sekarang menjabat kepala dinas sosial Kampar.

Sementara itu DPP LSM AMTI minta periksa kepada Kejati Riau melalui kejari kampar terkait MCk tahun 2019 yang ada di kabupaten Kampar provinsi Riau siapa siapa saja yang terlibat penguna anggaran dana hibah di masa 2019 tahun lalu , harap Turangan.

BACA JUGA :  Jajaran Perhutani Bondowoso bersama Polsek Maesan Polres Bondowoso Gagalkan Pencurian Kayu Sono Keling

“Tidak masuk akalkan bangunan ukuran 6×8 menghabiskan anggaran 460 juta rupiah dan sampai sekarang belum bisa di manfaatkan masyarakat. apakakah 1 miliar bangunan MCK berukuran 6x 8 baru bisa difungsikan warga , tutup DPP LSM AMTI.

Hingga berita di sajikan tim pewarta masih belum bisa dimintai konfirmasi pejabat pembuat komitmen (PPK) dari dinas Perkim terkait pembangunan MCK di desa Batu Sasak Kampar.(Tim)