Berita

Kejaksaan Negeri Bondowoso Bagikan Ratusan Takjil dan Sembako

125
×

Kejaksaan Negeri Bondowoso Bagikan Ratusan Takjil dan Sembako

Sebarkan artikel ini
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bondowoso, Puji Triasmoro, SH., MH.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Bondowoso, memberikan bantuan minyak goreng dan bahan pokok (bapok) lain seperti beras dan sebagainya, kepada tukang becak.

Example 300x600

Tampak para abang becak memenuhi halaman Kejaksaan Negeri Bondowoso, untuk menerima bantuan secara langsung, Rabu (20/4/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bondowoso, Puji Triasmoro, SH., MH. mengatakan, bahwa bakti sosial kali ini dalam rangka mensyukuri datangnya Bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriah.

BACA JUGA :
Kader Partai Demokrat Bondowoso Siap Menyambut Tahun Politik 2024

“Bakti sosial pemberian sembako itu diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” katanya saat dikonfirmasi.

Selain tukang becak, pihaknya juga memberikan bantuan kepada sopir angkot. “Kami prioritaskan mereka,” imbuh dia.

Menurutnya, paket sembako dan takjil yang dibagikan sejumlah 350 paket.

BACA JUGA :
SMCC Hadir Sehari Sebelum Safari Politik Siti Atikoh di Bondowoso

Adapun dana untuk kegiatan bakti sosial tersebut hasil swadaya dari seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Bondowoso.

“Ini bentuk kepedulian kepada sesama atau masyarakat yang membutuhkan. Ini hasil partisipasi pegawai,” paparnya.

Menurutnya, memang kemampuan untuk saat ini hanya cukup untuk mengcover tukang becak dan sopir angkot.

Salah satu item dalam bantuan tersebut adalah minyak goreng. Apalagi beberapa waktu lalu terjadi kelangkaan.

BACA JUGA :
Pesona SMKN 1 Tlogosari di Festival Muharram 1447 H, Tunjukkan Kiprah sebagai Sekolah Pusat Keunggulan

“Saat ini memang tidak langka tetapi harganya mahal. Itu tidak lain untuk meringankan kebutuhan masyarakat,” imbuh dia.

Menurutnya, bakti sosial minyak goreng dan bahan pokok lainnya oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso ini, diupayakan tidak hanya setahun sekali. “Lebih sering itu lebih baik,” paparnya.(Ark)