Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada menyerahkan kendaraan operasional berupa mobil pikap dan truk kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Senin (8/6/2026).
Penyerahan kendaraan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat operasional KDMP yang diproyeksikan menjadi salah satu instrumen pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Fawait menegaskan bahwa program KDMP merupakan program nasional yang diyakini mampu menekan kesenjangan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Kami yakin program nasional terkait KDMP ini akan berdampak pada pengentasan kemiskinan, terutama menurunkan angka ketimpangan pendapatan. Filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, dan memastikan pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang,” ujar Fawait.
Menurut dia, keberadaan KDMP bukan untuk bersaing dengan pelaku usaha swasta maupun toko kelontong milik masyarakat. Sebaliknya, koperasi tersebut hadir untuk mengisi sektor-sektor yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Ia mencontohkan, KDMP nantinya berperan dalam menyerap gabah petani sebelum disalurkan ke Bulog. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga harga gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah.
“KDMP akan menjadi semacam Bulog skala desa. Gabah petani diserap koperasi lalu disalurkan ke Bulog sehingga harga gabah benar-benar terjaga sesuai ketentuan pemerintah,” katanya.
Selain itu, Pemkab Jember juga mendorong KDMP menjadi pemasok bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fawait menegaskan pihaknya tidak ingin rantai pasok program MBG hanya dikuasai pelaku usaha besar dari luar daerah. Sebaliknya, produk pertanian masyarakat desa harus menjadi bagian dari ekosistem program tersebut.
“Kami akan memastikan KDMP menjadi salah satu pemasok SPPG. Produk petani desa diserap koperasi, kemudian disalurkan ke SPPG di wilayah setempat sehingga manfaat ekonominya kembali ke masyarakat desa,” ujarnya.
Pemkab Jember, lanjut Fawait, akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut, termasuk memperkuat sinergi antara KDMP dan Bulog guna menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Sementara itu, Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada mengatakan pembentukan KDMP di Kabupaten Jember telah mencapai 100 persen dengan total 42 titik yang disiapkan sebagai bagian dari proyek percontohan nasional.
“Jember terus menyiapkan diri karena menjadi salah satu daerah yang mendukung program KDMP. Kami berharap manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” kata Rifqi.
Menurut dia, kendaraan operasional yang diserahkan akan membantu proses distribusi dan penyerapan hasil pertanian masyarakat, khususnya gabah petani.
“Kendaraan ini diharapkan dapat mendukung operasional KDMP, terutama dalam penyerapan gabah dan distribusi hasil pertanian sehingga target peningkatan ekonomi masyarakat desa dapat tercapai,” ujarnya.
Ia menarget pengembangan KDMP di Kabupaten Jember dapat terpenuhi pada Agustus 2026. Meski demikian, masih terdapat sejumlah titik yang menghadapi kendala ketersediaan lahan.
“Saat ini masih ada beberapa desa yang belum memiliki lahan yang memenuhi syarat. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan tersebut dapat segera dipenuhi,” katanya.














