Dua Putra Buruh Las Asal Bondowoso, Lulus Menjadi Polisi

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Nurrahman warga Dusun Koncer Malang Desa Koncer Darul Aman Kecamatan Tanggerang Bondowoso Jatim yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di sebuah bengkel las yang ada di Jalan A. Yani Bondowoso seperti mendapat berkah.

Bagaimana tidak, 2 anaknya yakni Andika dan Alvian berhasil lolos dan terpilih dalam rekrutmen polri tahun 2022, dan berhak mengikuti pendidikan polri pada gelombang 2 tahun 2022 dan gelombang 1 tahun 2023.

“Alhamdulillah, rasa syukur kami ke hadirat Alloh SWT, yang telah memberikan berkah dan rezeki kepada keluarga kami, dimana 2 anak kami berhasil direkrut sebagai anggota Polri tahun ini, tentu sebuah kebanggan bagi kami orang kecil bisa mengantarkan anak kami menjadi bagian dari abdi negara,” ujar Nurrahman.

BACA JUGA :  IDI Bondowoso Sebut Probiotik Penangkal Covid-19 Temuan Doktor Asal Maesan Tak Layak Diminum

Nurrahman juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polres Bondowoso dan juga Polda Jatim, dimana selama proses seleksi, dan setiap pengumuman, selalu di lakukan dengan cara daring atau menggunakan zoom meeting, sehingga hal ini semakin meringankan dirinya yang hanya berpenghasilan pas-pasan.

BACA JUGA :  Kodim 0822 Bondowoso Gelar Lannister 2022 Guna Tingkatkan Kemampuan Teritorial Prajurit

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Polda Jatim dan juga Polres Bondowoso, yang telah membantu memberikan informasi selama anak kami menjalani seleksi, apalagi setiap pengumuman hasil seleksi dilakukan secara online, sehingga semakin menghemat biaya kami, karena tidak harus ke Surabaya,” beber Nurrahman.

Nurrahman juga mengatakan, bahwa pihaknya selama proses seleksi tidak pernah dimintai sepeserpun uang dari aparat kepolisian, semuanya gratis, meski dirinya sempat mendengar adanya informasi jika untuk bisa menjadi polisi membutuhkan biaya yang besar, tapi nyatanya anaknya bisa lolos dengan biaya yang pas-pasan.

BACA JUGA :  Dukung Pembelajaran Daring, Polsek Maesan Sediakan Wifi Gratis

“Memang sempat khawatir saat banyak yang bilang kalau untuk bisa menjadi polisi, harus memiliki uang yang banyak, tapi setelah anak saya diterima menjadi polisi, dan tidak mengeluarkan biaya yang banyak, apalagi ada beberapa sistem zoom meeting, semua semakin ringan, kekhawatiran saya semakin tidak terbukti, dan ini sudah kami buktikan sendiri, anak-anak kami bisa menjadi bagian dari anggota Polri secara gratis,” pungkas Nurrahman. (Ark)