free stats

Gubernur Jatim Jadi Pembicara Utama Studium Generale di STAI At-Taqwa Bondowoso, Ini Pesannya

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dunia pendidikan, memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi sekalipun, secara tidak langsung dituntut untuk mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan-perubahan yang cepat dan tak menentu arah.

Era super smart society (society 5.0) memang dirancang sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi yang diakibatkan oleh revolusi industri 4.0. Sehingga puncaknya ada pada problematika yang begitu kompleks dan ambigu.

Hal itu menjadi kekhawatiran bersama, ditakutkan invasi tersebut akan menggerus nilai-nilai karakter kemanusiaan yang ditanam dan dipertahankan selama ini.

Sebagai respons dari fenomena di era society 5.0, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso melangsungkan Studium General dengan tema ” Memperkuat Adversity Quotient Mahasiswa Muslim Dalam Menghadapi Era Disrupsi 5.0″ pada, Senin (19/09).

BACA JUGA :  Korban Lakalantas Meninggal di Bondowoso Meningkat Hingga 21% Pada Tahun 2021

Acara yang berlangsung di Auditorium STAI At-Taqwa itu, dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MUI Jawa Timur Prof. Abd. Halim Soebahar, Ketua Yayasan At-Taqwa Bondowoso KH. Imam Barmawi Burhan, serta jajaran civitas akademik yang lain.

Dihadapan ratusan mahasiswa baru, Ibu Khofifah menjelaskan cara sederhana untuk menghadapi era society 5.0, utamanya para mahasiswa agar mampu survive ditengah pusaran dinamika yang dihadapi oleh bangsa ini.

“Hari ini, kalau kita ingin menjadi bagian yang memiliki ketangguhan sebagai bangsa. Maka, secara regional harus tangguh, secara lokal harus tangguh, dan secara personal harus tangguh,” tegasnya.

BACA JUGA :  TNI-Polri Kec. Botolinggo Himbau Warga Pasang Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul

Selain itu, ia juga menguraikan problematika dan ancaman serius yang akan dihadapi oleh dunia.

“Paling tidak, hari ini dunia menghadapi tiga ancaman serius. Pertama adalah ancaman dari krisis pangan, kedua ancaman dari krisis energi, dan yang ketiga adalah ancaman dari krisis keuangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan At-Taqwa Bondowoso KH. Imam Barmawi Burhan berharap, kedatangan Ibu Khofifah mampu memberikan semangat untuk mahasiswa dalam menuntut ilmu.

“Untuk itu, kami sangat berterima kasih ibu telah rawuh. Semoga menambah cakrawala berfikir kita semua yang hadir ditempat ini,” sambutnya.

Disisi lain, Ketua STAI At-Taqwa Bondowoso Dr. Suheri menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas atensi Pemprov Jawa Timur yang selama ini telah menjadi bagian penting dari perguruan tinggi yang ia pimpin.

BACA JUGA :  Begini Kronologis Pembakaran Santri PP. Al Irsyad Bondowoso

“Kami berterima kasih atas atensi Pemprov Jawa Timur yang telah memberikan perhatian kepada mahasiswa kami berupa beasiswa dari pemerintah,” terangnya.

Dibawah kepemimpinannya, STAI At-Taqwa Bondowoso memang mengalami beberapa perubahan-perubahan besar. Melalui sentuhan tangan dinginnya, STAI At-Taqwa disulap menjadi kampus keren dan primadona bagi masyarakat sekitar. Sebentar lagi, beberapa Program Studi akan bertambah dan yang paling dinanti adalah beralih status dari sekolah menjadi institut.

“Kami juga memohon do’a, sebentar lagi, kampus kami akan beralih status dari sekolah menjadi institut, semoga barokah dan manfaat,” Tuntas Suheri.(Udien)