Berita

Viral..!! Keributan Bupati Pangandaran dengan Warga Terekam CCTV, Ini Penjelasannya

×

Viral..!! Keributan Bupati Pangandaran dengan Warga Terekam CCTV, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Screenshot dari hasil rekaman cctv

Pangandaran, LENSANUSANTARA.CO.ID – Diketahui ada keributan antara salah satu warga dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Terlihat di rekaman CCTV yang viral di group WhatsApp, awalnya datang Jeje Wiradinata selaku Bupati Pangandaran bersama rombongan mencari yang nama nya Ujang alias (NS), sesudah bertemu terjadilah percekcokan antara kedua belah pihak antara Jeje Wiradinata dan Ujang sehingga timbulah kericuhan.

Example 300x600

Beredar pula di group WhatsApp Surat Tanda Penerimaan Laporan dari Ujang alias (NS) ke Polres Pangandaran melalui Bamin SPKT I dengan Nomor : STPL/01/I/2023/SPKT/POLRES PANGANDARAN/POLDA JAWA BARAT, 01/01/2023.

Kami pun media Lensanusantara.co.id. berhasil mewawancara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melalui telepon Celuler/WhatsApp Minggu, 01/01/2023 pukul 13.14.38,

Jeje Wiradinata mengatakan, “Jadi gini pak, dua, tiga, empat bulan yang lalu, atas aspirasi masyarakat, atas keinginan para alim ulama, akhirnya pemerintah daerah melakukan koordinasi berkaitan dengan Cafe-cafe yang ilegal, yang bukan saja menjual minuman keras tapi juga menjadi tempat – tempat prostitusi maka keputusannya cafe-cafe ditutup, yang jumlahnya ada 38 totalnya,” ungkapnya.

“Kenapa di tutup..? karena tadi… bukan hanya minuman keras, prostitusi dan sebagainya, mungkin juga ada kasus narkoba di tempat-tempat tersebut…kan begitu…? susah dikendalikan, dan aparat kita juga, dinas kesehatan pun suka nyuntik mereka juga, dan saya/kami menyimpulkan untuk masuk melihat kebenarannya ketika isu itu muncul, ternyata benar, maka empat bulan kebelakang cafe-cafe ditutup, di segel tempatnya,” terang Bupati.

“Yang menyegel tempat tersebut adalah pemerintah Kabupaten Pangandaran, Satpol PP, kesepakatan para Alim Ulama, TNI, Polri. Sesuai dengan perkembangan ya tiba-tiba mereka suka nyuri-nyuri untuk buka cafe nya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pandangan Umum Fraksi Partai PKB Atas Penjelasan LKPJ Bupati Pangandaran Tahun 2023

Selanjutnya, masih kata Jeje, “Akhirnya saya sendiri mengadakan sidak dua atau tiga bulan yang lalu sekitar jam 11 malem, diikuti sopir dan ajudan, ditemukanlah cafe-cafe tersebut buka, ada yang maen music, ada juga perempuan disituh…, saya memberikan pengarahan. Ini sampai kapan…? Begini saya bilang…’ ini adalah pandangan pemerintah dan kewenangan di tutup, sementara belum ada keputusan pengadilan, nah kalau kalian tidak senang, tidak suka maka silahkan kalian ajukan itu ke pengadilan, jangan membuat langkah sendiri, yang tentu keluar dari wewenang kebijakan pemerintah daerah,” jelasnya.

“Seiring dengan waktu berjalan, banyak laporan ke saya, cafe-cafe yang di tutup/segel ternyata masih banyak yang buka, akhirnya saya melaksanakan sidak lagi tanggal 31 Desember 2022 sekitar jam 10 lebih atau jam sebelas kurang lah,” paparnya.

”Saya sidak ke situ, hanya di temani beberapa orang, ditemui ada yang buka, dan saya pun bertanya, kenapa kalian buka, sedangkan ini kan di segel/di tutup, “ucap saya”, untuk pembinaan akhirnya alat music nya dibawa oleh satpol PP atas perintah saya, dan bilang ke pemilik alat music “kamu ambil nantii hari senin ke Pemda“ maksudnya akan ada pembinaan,” imbuhnya.

Pihaknya lantas bergeser ke cafe yang satu lagi, “Ketika saya masuk, saya kaget tiba – tiba segel nya sudah sobek/rusak, lantas pemilik warungnya saya tanya, siapa yang menyobek..? kata pemilik warung menjawab “Ujang Bendo pak…”. Kata saya “ Ujang Bendo nya dimana..?”, pemilik warung menjawab lagi “ di depan pak ?,

BACA JUGA :  Setelah Desa Lau Siereme, Kepala Desa Lau Bagot bersama Puluhan Pendukungnya Juga Datangi Gedung DPRD Dairi

“Saya cari ke depan dan ketemulah, lantas saya marah karena segel disobek… yang menyegel adalah pemda, para alim ulama, TNI dan Polri, kehormatan Pemda, Ulama, dan kehormatan lembaga itu tersirat,tersurat di segel itu, terus saya Tanya “ kenapa segel itu di sobek, dia mengatakan “ ada keputusan pengadilan, saya bilang sebutkan pengadilan yang mana..? yang saya tau tidak ada keputusan pengadilan yang membolehkan bahwa segel itu di buka,”
tukasnya.

“Dia masih ngotot dan bilang “ tanyakan saja sama dia anak buah aa ( panggilan ke jeje wiradinata), kalaupun kamu itu benar kata saya, tapi membuka segel itu bukan kewenangan kamu, itu kewengan bupati dan aparat pemerintah daerah, maka dari itu kata orang sundamah, kalau ada yang ngeyel/ngotot di usap wajahnya, lalu saya usap wajahnya sambil bilang “ kamu mah sok jagoan wae sok berkuasa”, jadi ….saya tidak memukul, saya hanya mengusap wajahnya supaya sadar, nah terjadilah keributan karena waktu itu banyak orang disitu, bisa saja yang memukul itu jengekel kepada (NS) karena dikasih tau masih ngeyel juga, makanya terjadi keributan,” imbuhnya.

“Bagi saya masalah yang baik itu kenapa harus takut, itu tempat maksiat loh…dan itu juga adalah sebenarnya tugas pengawasan pihak APH ketika kafe itu di tutup..? ya kita juga nanti lapor balik mereka karena merobek/merusak segel…, kan ada pidana nya.. mereka lapor atau tidak melaporkan, otomatis kami akan melaporkan pula…,” tutur Jeje Wiradinata.

BACA JUGA :  Google Asia Pacific Mengingatkan Pemerintah Indonesia Soal Peraturan Presiden Joko Widodo Soal Masa Depan Media

“Kalau Bupati sudah turun berarti itu sudah keterlaluan… dan akhirnya begitu ketika mereka tau saya marah, mereka/cafe-cafe tutup semua….bagi cafe-cafe yang melanggar akan di denda satu juta dan apabila terus menerus pelanggarannya maka akan di beri sangsi yang lebih berat lagi… karena itu adalah harapan ualama dan masyarakat,” pungkasnya.

Jumlah cafe yang di segel ada 38, diantaranya ada tiga lokasi, di batu hiu,di PW dan di lokasi yang malem di sidak.

“Kan kita punya Visi” Pangandaran Juara Menuju Wisata Berkelas Dunia, yang berpijak pada diri karakter bangsa “ pengembangan Wisatanya boleh siapapun masuk, tapi etika moral ummat harus terjaga dengan baik, itu prinsipnya,” tutupnya.

Kasat Reskrim Pangandaran Luhut Sitorus ketika di wawancara melalui WhatsApp mengatakan, “Laporan tersebut benar adanya kami menerima laporan tersebut, untuk penanganan sesuai prosedur saja, yang kami periksa baru hanya pelapor, nanti saksi-saksi akan kami undang untuk dimintai keterangan,” katanya.

Sampai berita ini ditayangkan, kami belum berhasil menemui pelapor/korban. (N.Nurhadi)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.