Pariwisata

Kurangnya Anggaran, Keindahan Curug Jenggol di Desa Salamerta Luput dari Perhatian Pemkab Banjarnegara

×

Kurangnya Anggaran, Keindahan Curug Jenggol di Desa Salamerta Luput dari Perhatian Pemkab Banjarnegara

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Salamerta
Kades Nasro (kaos kuning) foto bersama pengunjung, yang ingin merasakan segarnya air di Curug Jenggol, Minggu (11/6/2023), (Foto : Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Setiap daerah pasti memiliki segudang potensi yang bisa diangkat menjadi komoditas jika mampu melakukan polesan dan trobosan strategi yang tepat untuk memajukan perekonomian, terutama dalam bidang pariwisata. Salah satunya wisata desa yang saat ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah pusat agar bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan ekonomi masyarakatnya.

Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mungkin salah satu daerah yang terkenal memiliki kekhasan atau penonjolan karakteristik alam maupun sosio kultural. Selain Dieng, banyaknya desa yang memiliki kekayaan alam juga bisa menjadi referensi wisata. Namun akibat kurangnya perhatian, membuat potensi yang dimiliki menjadi tidak terawat. Padahal jika dikelola dengan baik, tentu bisa menghidupkan perekonomian bagi masyarakat sekitarnya.

Example 300x600

Curug Jenggol misalnya, sebuah Kedung yang memiliki kedalaman enam meter yang berada di Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, dalam pantauan wartawan media ini, ada segudang potensi yang bisa diangkat dan layak jual tinggi, jika dikelola dengan strategi yang tepat menjadi salah satu wisata desa yang eksotis.

BACA JUGA :  Campaga Masuk Lima Besar Desa Wisata Kategori CHSE Terbaik Nasional

Curug yang berada di dusun Jenggol RT 02/02 itu, terlihat memiliki daya tarik yang kuat untuk mendatangkan para pengunjung, selain letaknya di perbukitan serta lokasi yang strategis dengan akses jalannya bagus, tidak akan kesulitan untuk menuju ke tempat tersebut.

Saat menemani wartawan lensanusantara.co.id ke lokasi, Kades Nasro mengakui, kurangnya anggaran membuat pengembangan Curug Jenggol sampai saat ini belum terealisasi. Karena, anggaran Desa saat ini baru diprioritaskan untuk penataan lingkungan dan banyaknya jalan desa yang belum diperbaiki.

“Saya akui memang, saat ini belum ada anggaran untuk menjadikan Curug Jenggol menjadi sebuah wisata andalan di Desa Salamerta, karena sampai sekarang anggaran dari Dana Desa kita fokuskan ke penataan Infrastruktur jalan,” jelas Nasro, Minggu (11/6/2023).

BACA JUGA :  Apresiasi Tradisi Kontes Bandeng Kawak, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Gresik

Dirinya juga berharap, agar dari Pemkab Banjarnegara, bisa membantu anggaran untuk mengembangkan Curug Jenggol, supaya bisa menjadi wisata Desa Salamerta yang mampu bersaing dengan lainnya.

“Sebagai Kades, ya pengen memiliki wisata desa seperti lainnya, agar membantu meningkatkan PADes dan ekonomi masyarakat Salamerta, maka dari itu saya mengharap agar Bapak Bupati, Dinas Pariwisata, anggota DPRD bisa membantu anggaran, agar Curug Jenggol bisa terealisasi dan menjadi wisata desa di Salamerta. Karena dalam gagasan saya nanti akan kita kasih, mainan anak, hingga edukasi wisata argo, karena disini sudah ada tanaman pohon kurma, itu juga bisa dibuat edukasi,” tambah Nasro.

Hal sama juga disampaikan Tegar Dewangga Pradana warga Kecamatan Rakit, datang bersama dengan sebelas temannya, pemuda yang tahu adanya Curug di Desa lewat akun Ig @banjarnegaraterkini itu mengakui, selain tempatnya alami dan asri juga sangat nyaman untuk dikunjungi.

BACA JUGA :  Lakukan Perjalanan Wisata ke Madura, Wisman Asal Taiwan dan China Belanja Batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan

“Nyaman disini, saya datang dua belas orang, selain bagus airnya Curug juga segar tidak keruh, bersih dan luar biasa jernihnya meskipun dibuat berenang, pokoknya nyaman sekali, harapan saya agar tempatnya dibenahi lagi pak, agar banyak pengunjung nantinya kesini, kapan-kapan nanti sama teman-teman juga akan kesini lagi,” jelasnya.

Salamerta mungkin satu dari ratusan desa di Kabupaten Banjarnegara yang memiliki potensi alam yang indah juga bernasib sama, kurangnya topangan anggaran dari pemangku kebijakan diatasnya, akhirnya disaat Kades berangan-angan memiliki wisata desa, menjadi lambat hingga tidak terealisasi. (Gunawan).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.