Scroll untuk baca artikel
Bondowoso

SMPN 1 Tapen Bondowoso Perkuat Roh Kurikulum Merdeka Melalui Workshop IKM

×

SMPN 1 Tapen Bondowoso Perkuat Roh Kurikulum Merdeka Melalui Workshop IKM

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Tapen Bondowoso
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di Laboratorium IPA SMPN 1 Tapen Bondowoso.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Implementasi kurikulum merdeka di SMPN 1 Tapen Bondowoso memasuki tahun kedua. Setelah tahun pelajaran 2022/2023 diimplementasi di kelas 7, kini di tahun 2023/2024 diimplementasikan di kelas 7 dan 8.

Mengiringi implementasi kurikulum merdeka tahun kedua, SMPN 1 Tapen mengadakan workshop bertajuk “Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)” pada Selasa (1/8/2023) di Laboratorium IPA SMPN 1 Tapen Bondowoso.

Pembukaan acara dihadiri oleh koordinator pengawas SMP, Kepala SMPN 1 Tapen, dan perwakilan narasumber. Nur’aini, S.Pd selaku ketua panitia menyampaikan bahwa workshop diikuti semua guru SMPN 1 Tapen berjumlah 38 orang.

BACA JUGA :
Kodim 0822 Bondowoso Gelar Upacara Pemakaman Militer Purnawirawan TNI AD

Workshop IKM ini dijadwalkan selama empat hari. Selasa hingga Jumat, tanggal 1 sampai 4 Agustus 2023. Narasumber berasal dari unsur sekolah penggerak, guru penggerak, dan oganisasi penggerak,” ungkap Nur’aini.

Nurhadi, S.Pd, M.M.Pd selaku Kepala SMPN 1 Tapen Bondowoso mengharapkan workshop ini dapat memberikan fungsi ganda. Baik bagi guru kelas 7 maupun bagi guru kelas 8 yang baru akan menerapkan kurikulum merdeka.

“Bisa jadi bahan refleksi dan evaluasi bagi yang sebelumnya sudah ngajar kurikulum merdeka di kelas 7. Juga menjadi pembekalan bagi pengajar yang sebelumnya tidak mengajar kelas 7,” imbuh Nurhadi.

BACA JUGA :
Memperingati Persaja ke-72, Kejaksaan Negeri Bondowoso Berbagi dengan Abang Becak

Koordinator Pengawas SMP Kabupaten Bondowoso, Agung Pristikuntawan, S.Pd menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengembangan kompetensi guru tentang IKM yang diadakan SMPN 1 Tapen. Menurutnya sudah sepatutnya guru terus meng-upgrade kompetensinya.

“Beragam upaya memang perlu terus dilakukan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila. Sekolah perlu terus meningkatkan pelayanan kepada setiap peserta didik,” ungkap Agung.

BACA JUGA :
Petugas Damkar Bondowoso Terima Laporan Palsu Kebakaran di Kecamatan Cermee

Mohammad Hairul, M.Pd yang menjadi narasumber workshop hari pertama menyampaikan beberapa hal tentang kekhasan dan roh kurikulum merdeka.

“Jangan hanya perangkat pembelajaran saja yang sesuai kurikulum merdeka. Interaksi pembelajaran di kelas, bentuk asesemen, dan cara pandang terhadap siswa juga berlu sesuai dengan paradigma dan filosofi kurikulum merdeka,” tandas Kepala SMPN 1 Curahdami tersebut.*

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.