Pemerintahan

Wakil Ketua DPRD Kampar, Fahmil: Pemerintah Harus Fokus Perhatikan Petani Padi Sawah Agar Produksi Bisa Meningkat

205
×

Wakil Ketua DPRD Kampar, Fahmil: Pemerintah Harus Fokus Perhatikan Petani Padi Sawah Agar Produksi Bisa Meningkat

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar
Kegiatan tanam perdana padi sawah IP 200 di Desa Muara Uwai oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.

Kampar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Untuk meningkatkan produksi padi sawah berbagai cara dilakukan Pemerintah selain memberikan bantuan berbentuk bibit, pupuk subsidi hingga peralatan pertanian serta pemanfaatan teknologi yang ada.

Kendati begitu masih banyak ditemukan kendala yang terjadi dilapangan seperti, irigasi yang tidak berfungsi dengan baik, ketersedian pupuk subsidi yang terkadang sulit didapat serta permasalahan lainnya.

Example 300x600

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi bagi petani padi sawah, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan tanam perdana serentak hampir di 500 hektare lahan persawahan yang ada di Kabupaten Kampar.

BACA JUGA :
Malam Lebaran, Polres Kampar Gelar Patroli Gabungan Berskala Besar Bersama Instansi Terkait 

Hadir diacara tanam perdana padi sawah IP 200 yang berlokasi di Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang, Wakil Ketua DPRD Kampar H. Fahmil, ME mengatakan, untuk meningkatkan hasil produksi padi sawah IP 200 perlu perhatian stakeholder dan lintas sektoral masalah lahan sawah dan tanaman pangan di Kabupaten Kampar.

BACA JUGA :
Penjabat Sekda Kampar, Tinjau Persiapan Pelaksanaan MTQ di Perhemtian Raja

“Khusus petani padi sawah yang sangat dibutuhkan adalah irigasi yang berfungsi dengan baik dan jalan usaha tani,” ujar Politisi PKS Kampar ini, Rabu (23/8/2023) lalu.

BACA JUGA :
Sambut Ramadhan 1445 H, Kepala Bapenda Kampar Kembali Beri Bantuan Kepada Petugas Kebersihan

Untuk mewujudkan semua itu kata Fahmil, pemerintah harus fokus menyelesaikan segala permasalahan serta mencarikan solusi untuk semua permasalahan yang ada di para petani.

“Kalau semua permasalahan ini sudah teratasi, sehingga masyarakat kita tetap semangat untuk menanam padi dan tidak mengalih fungsikan sawah dan kesejahteraan petani pun bisa lebih meningkat,” pungkas Fahmil. (Adv/Das)