Politik

Paslon BAGUS Komitmen Optimalisasi Agropolitan Berbasis Data Digdaya di Bondowoso

181
×

Paslon BAGUS Komitmen Optimalisasi Agropolitan Berbasis Data Digdaya di Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Suasana debat ke-3 di Hotel Palm Bondowoso. Selasa, 19/11/2024.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pasangan Calon (Paslon) Bambang Soekwanto dan Gus Mohammad Baqir (Bagus) akan fokus mengoptimalkan Agropolitan dengan mengintegrasikan seluruh potensi SDA dengan SDM kompeten berbasis data (DIGDAYA).

Optimalisasi ini dilakukan, karena Paslon Bagus memotret belum optimalnya penerapan konsep Agropolitan di Bondowoso.

Example 300x600

Padahal luas wilayah Bondowoso 90,08 persen digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Dengan rincian kehutanan 35,77 persen, tegalan atau tanah kerinh 27,66 persen, dan persawahan 20,74 persen.

BACA JUGA :
Harga Bahan Pokok di Bondowoso Merangkak Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Hal ini diungkapkan oleh Cabup Bambang Soekwanto dalam visi dan misinya saat debat ke tiga di Aula Palm Hotel, pada Selasa (18/11/2024).

Menurutnya ini sekaligus merupakan upaya optimalisasi pengelolaan SDA Bondowoso yang memperhatikan keseimbangan antara aspek kesejahteraan ekonomi dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

BACA JUGA :
MBG Diberikan 2 Hari Dalam Sepekan, Pemkab Bondowoso Diminta Sidak SPPG Badean 2

” Tentu memperhatikan 5 isu penting lingkungan hidup,” pungkasnya.

Dalam debat pertama, calon wakil bupati 02, Moh Baqir, menjelaskan, Paslon Bagus memiliki program inovatif bernama Digdaya. Ini merupakan akronim dari digitalisasi data dan sumber daya.

BACA JUGA :
Ini Pesan Wabup pada Jemaah Haji Kloter 57 yang Tiba di Bondowoso

Pihaknya melalui program ini akan menggalakkan digitalisasi baik di perkotaan atau pun per desaan dan utamanya di daerah pinggirin yang aksesnya sangat minim. 

Dengan adanya Digdaya ini, masyarakat akan otomatis terinput data kependudukannya.

“Semisal ada bayi baru lahir di Puskesmas, maka otomatis akan muncul kartu identitas anak,” pungkasnya.