Malang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia, H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., yang sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah Malang Raya.
Acara dimulai dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh para siswa, menciptakan atmosfer religius dan khidmat. Tidak berhenti di situ, tiga siswa dari SRMP 16 Kota Batu membacakan puisi berjudul “Menari di Atas Matahari”. Penampilan tersebut berhasil menyedot perhatian Gus Ipul dan Bupati Malang, sekaligus menjadi simbol bahwa anak-anak dari berbagai latar belakang memiliki keberanian untuk bermimpi besar.
Selain pembacaan puisi, acara juga dimeriahkan dengan tarian tradisional, nyanyian solo, hingga paduan suara siswa. Pertunjukan itu menampilkan bakat dan kreativitas para pelajar yang selama ini mengenyam pendidikan di sekolah rakyat. Bupati Malang bahkan turut memberikan hadiah kepada siswa-siswi yang tampil sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar mereka terus bersemangat menuntut ilmu.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa SRMA saat ini masih berstatus sekolah rintisan. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan gedung permanen pada tahun depan agar proses belajar mengajar lebih optimal. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan siswa sebagai fondasi utama pendidikan, serta memperkenalkan program talent DNA untuk memetakan potensi dan bakat masing-masing anak.
Kunjungan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud komitmen pemerintah dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Gus Ipul mengingatkan bahwa setiap anak, tanpa memandang kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga, berhak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya.
“Kerja sama antara Kementerian Sosial, kementerian lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, para Bupati, dan Wali Kota akan menjadi kunci dalam menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Dengan kesamaan visi, kita bisa membuka jalan agar anak-anak Indonesia tumbuh dengan keberanian bermimpi,” ujar Gus Ipul.
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menambahkan bahwa dukungan terhadap sekolah rakyat merupakan langkah penting dalam membentuk generasi masa depan. Menurutnya, pemberian apresiasi kecil sekalipun dapat menumbuhkan semangat belajar yang besar. “Saya ingin anak-anak ini terus bersekolah, terus bermimpi, dan yakin bahwa masa depan mereka cerah,” ucap Sanusi.
Sejarah singkat berdirinya Sekolah Rakyat di Indonesia mengingatkan pada perjuangan pendidikan rakyat pada masa lalu. Konsep ini kembali digalakkan pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang sempat terhambat mengenyam pendidikan formal. Kehadiran SRMA menjadi solusi sementara agar tidak ada generasi yang tertinggal.
Kegiatan di SRMA 22 Kota Malang ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan hadirnya Gus Ipul bersama Bupati Malang, masyarakat diyakinkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam, melainkan hadir langsung di tengah-tengah rakyat untuk memastikan setiap anak bisa belajar dan bermimpi tanpa batas.














