Pendidikan

Kadispendik Bondowoso, Taufan Restuanto Tegaskan Growth Mindset Kunci Implementasi Pembelajaran Mendalam

1887
×

Kadispendik Bondowoso, Taufan Restuanto Tegaskan Growth Mindset Kunci Implementasi Pembelajaran Mendalam

Sebarkan artikel ini
Kadispendik Bondowoso (Taufan Restuanto) saat membuka Workshop Penguatan Peran Komunitas Belajar (Kombel).

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd, M.Si, secara resmi membuka Workshop Optimalisasi Peran Komunitas Belajar (Kombel). Dalam sambutannya, Taufan menekankan bahwa adopsi growth mindset atau pola pikir bertumbuh adalah prasyarat mutlak bagi guru dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam atau deep learning.

Kegiatan bertajuk “Workshop Penguatan Komunitas Belajar dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam” ini dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan pada Kamis (20/11/2025), mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Pemilihan waktu ini sengaja dilakukan setelah jam pelajaran sekolah usai untuk memastikan proses pembelajaran siswa tidak terganggu.

Example 300x600

“Kami mengapresiasi kehadiran bapak, ibu Waka Kurikulum dan guru perwakilan. Ini menunjukkan komitmen kita bersama. Growth mindset adalah modal awal. Dengan modal itu, Kombel dapat bekerja maksimal sebagai jembatan bagi guru untuk benar-benar memahami dan menerapkan Pembelajaran Mendalam,” tegas Taufan Restuanto.

BACA JUGA :
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Bondowoso Dilarikan ke Puskesmas

Pada kesempatan tersebut Kadispendik juga menyampaikan beberapa kebijakan dan program kerja terdekat. Diantaranya dari gerakan zero atau nol jam pelajaran kosong, lomba-lomba berbasis mata pelajaran di semua jenjang, dan optimalisasi segala potensi dan bakat minat siswa dalam berbagai bidang.

BACA JUGA :
Kapolres Bondowoso Kunjungi dan Tinjau Pelaku UMKM Sektor Industri Kerajinan Tangan

Bertindak selaku narasumber acara workshop adalah Mohammad Hairul, S.Pd, M.Pd, selaku Fasilitator Pembelajaran mendalam sekaligus kepala SMPN 1 Curahdami, Bondowoso. Ia berfokus pada mendiskusikan adanya beberapa miskonsepsi terkait implementasi pembelajaran mendalam.

“Istilah seperti inkuiri kolaboratif, kemitraan pembelajaran, projek lintas disiplin ilmu, ternyata pada tataran pemahamannya saja masih banyak terjadi miskonsepsi. Maka untuk mengkawal implementasi sesuai yang seharusnya dibutuh peran kombel di masing-masing sekolah”, ungkap Hairul.

BACA JUGA :
Penggemar Brewok Audio Berharap Event Sound Horeg di Bondowoso Tetap Terselenggara

Workshop diikuti oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dan perwakilan satu orang guru mata pelajaran dari seluruh SMP Negeri se-Kabupaten Bondowoso. Sedangkan untuk SMP Swasta dijadwalkan hari berikutnya. Partisipasi aktif dari Waka Kurikulum diharapkan dapat memastikan integrasi Kombel ke dalam kebijakan sekolah secara menyeluruh.