MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Pilangkenceng. Kegiatan simulasi dan pembentukan KSB tersebut berlangsung di Lapangan Desa Ngale pada Jumat (21/11/2025).
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi pergantian musim yang rawan bencana.
“Kita harus siap siaga, dan alhamdulillah Kemensos memberikan fasilitas pelatihan kepada masyarakat. Bencana itu urusan bersama,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa pembentukan KSB akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup 15 kecamatan di Kabupaten Madiun. Ia juga memaparkan bahwa Kecamatan Pilangkenceng memiliki sejumlah titik rawan banjir, antara lain Desa Bulu, Kebun Duren, Kenongrejo, Wonowayu, dan Krapyak.
“Hasil simulasi ini juga sudah kami bagikan kepada para camat agar dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan bahwa pembentukan KSB merupakan program fasilitasi dari Kemensos untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam penanganan bencana.
“Pilangkenceng dari tahun ke tahun sering terjadi banjir. Melalui KSB, masyarakat diharapkan semakin mandiri, cepat bergerak, dan saling membantu sehingga risiko korban dapat ditekan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan KSB Wono Tirto sebagai kelompok baru, Tagana, pilar-pilar sosial seperti SLRT, serta para kepala desa dari 14 desa di Pilangkenceng. Lima desa yang paling sering terdampak banjir menjadi peserta pelatihan awal, namun operasional KSB nantinya akan mencakup seluruh kecamatan secara menyeluruh.














