Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember sudah menyalurkan insentif guru ngaji tahun 2025 telah rampung dengan total kuota sebanyak 22.000 penerima. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, dalam agenda Bunga Desaku di Kecamatan Kencong.
Hafid menjelaskan bahwa meski seluruh kuota telah tersalurkan, masih terdapat guru ngaji yang terdaftar namun belum menerima pencairan.
“Insentif guru ngaji tahun 2025 sudah selesai tersalurkan dengan kuota 22.000. Untuk guru ngaji yang terdaftar namun belum cair, tahun depan kuota tetap, tetapi akan kami lakukan validasi,” ujarnya.
Menurutnya, proses validasi tahun ini menemukan beberapa kasus khusus di lapangan.
“Tahun 2025 kami melakukan validasi di lapangan. Ada beberapa guru ngaji yang menolak menerima insentif ataupun mengundurkan diri, seperti setelah melahirkan atau alasan pribadi lainnya,” jelasnya.
Situasi tersebut menyebabkan adanya pengurangan jumlah penerima yang tetap dicatat dalam sistem, sehingga data perlu diperbarui untuk memastikan akurasi penyaluran.
“Untuk penyaluran insentif guru ngaji tahun depan, Pemkab Jember akan kembali melakukan validasi menyeluruh agar penyaluran tepat sasaran,” tambahnya.
Tahun depan sebelum penyaluran insentif guru ngaji akan dilakukan validasi. Pengurangan validasi ini karena ada yang pindah, mengundurkan diri, atau tidak memenuhi syarat.
Tentunya kami akan masukkan guru ngaji yang memenuhi syarat dan belum mendapatkan tahun ini,” tegas Nurul Hafid.














