Batam, LENSANUSANTARA.CO.ID –
Keluarga besar Mapala Padi & Akar (MAPALA PAKAR) Institut Teknologi Batam kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama melalui aksi galang dana kemanusiaan pada minggu kemarin, 7/12. bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan wilayah sekitarnya yang saat ini tengah mengalami masa-masa sulit akibat banjir dan longsor.
Aksi ini dilakukan selama beberapa hari berturut-turut di sejumlah titik lampu merah di Kota Batam, antara lain Lampu Merah Kepri Mall, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Dengan mengenakan atribut Mapala, Almamater Kampus dan juga Himpunan para mahasiswa turun langsung ke jalan melakukan orasi, membawa kotak donasi, poster kemanusiaan, serta menyuarakan seruan solidaritas kepada para pengguna jalan.
Kordinator Aksi, Rifqi Al-Ghifari, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat.
“Kami turun bukan hanya membawa kotak kosong, tetapi membawa hati. Saudara-saudara kita di Aceh, Sumbar, dan Sumut sedang berjuang. Hari ini kami memilih untuk tidak diam.” ujarnya saat diwawancarai setelah kegiatan.
Sementara itu, Ketua Umum Kevin Jonathan menegaskan bahwa dana yang terkumpul nantinya akan diprioritaskan terlebih dahulu bagi mahasiswa ITEBA yang memiliki keluarga terdampak langsung, sebelum disalurkan kepada masyarakat umum di daerah bencana.
“Solidaritas dimulai dari keluarga terkecil kami—mahasiswa ITEBA. Jika ada yang keluarganya terkena dampak, kami ingin menjadi yang pertama menguatkan mereka,” ujarnya.
Selama aksi berlangsung, dukungan masyarakat Batam terlihat sangat tinggi. Banyak pengendara yang berhenti sejenak untuk memberikan donasi, sekaligus menyampaikan doa dan harapan bagi para korban bencana di Sumatra.
Aksi ini juga menjadi bukti bahwa gerakan mahasiswa tetap hidup dan relevan. Di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas kampus, para anggota MAPALA PAKAR memilih untuk hadir dan bergerak.
“Seperti kata Soe Hok Gie, ‘Kepedulian adalah napas terakhir kemanusiaan.’ Hari ini napas itu masih ada di dada mahasiswa,” ungkap salah satu anggota.
MAPALA PAKAR berencana melanjutkan aksi serupa pada hari-hari berikutnya sampai bantuan terkumpul maksimal dan siap disalurkan melalui jalur koordinasi yang terpercaya serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan semangat kemanusiaan dan solidaritas, MAPALA PAKAR mengajak seluruh mahasiswa ITEBA dan masyarakat Kota Batam untuk ikut serta dalam gerakan ini.
“Tidak semua dari kita bisa ke lokasi bencana, tetapi semua dari kita bisa membantu.”
Mapala Padi & Akar ITEBA berkomitmen menjadikan aksi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai pengingat bahwa kemanusiaan adalah panggilan, bukan pilihan.














