Pemerintahan

Bupati Tapteng Instruksikan Tenaga Kesehatan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

1639
×

Bupati Tapteng Instruksikan Tenaga Kesehatan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan agar menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pasca bencana tahun 2026.

Tapanuli Tengah, LENSANUSANTARA.CO.ID — Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan agar menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pasca bencana tahun 2026.

Instruksi tersebut disampaikan saat memimpin Apel Bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (4/1/2026).

Example 300x600

Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi tenaga kesehatan yang telah bekerja maksimal sejak masa tanggap darurat hingga saat ini.

“Tenaga kesehatan telah bekerja keras membantu masyarakat. Saya minta ke depan tetap proaktif dan hadir di tengah masyarakat dalam proses pemulihan,” ujar Bupati.

BACA JUGA :
Polres Tapteng Bagikan Bantuan Pakaian untuk Korban Banjir

Menurutnya, keberhasilan pemulihan pasca bencana sangat bergantung pada kinerja seluruh perangkat pemerintah, termasuk peran strategis tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan publik.

“Kalau kita ingin cepat pulih, maka pemerintahannya harus bekerja cepat. Tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam fase ini,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa masa perjanjian kerja PPPK berbeda-beda, mulai dari satu hingga lima tahun, dan akan dilakukan evaluasi secara berkala berdasarkan kinerja.

“Perpanjangan kontrak akan dievaluasi. Karena itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh sebagai pegawai pemerintah,” katanya.

Dalam arahannya, Bupati menyoroti masih rendahnya kepedulian terhadap kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa kebersihan merupakan syarat mutlak dalam pelayanan medis.

BACA JUGA :
Wakapolri Tinjau Penanganan Pasca Bencana di Tapanuli Tengah

“Saya masih menemukan puskesmas yang tidak tertata dan berdebu. Ini tidak boleh terjadi. Kebersihan adalah harga mati,” tegas Masinton.

Ia menambahkan, lingkungan fasilitas kesehatan yang bersih dan tertata akan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap layanan yang diberikan.

“Kalau fasilitasnya kotor, pasien ragu akan sembuh. Puskesmas harus memberi rasa aman dan keyakinan kepada masyarakat,” jelasnya.

Masinton Pasaribu meminta PPPK Paruh Waktu bidang kesehatan menjadi pelopor kebersihan dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan.

“Tahun 2026 ini kita hadir dengan wajah baru dan semangat baru. Pelayanan kesehatan harus lebih responsif, bersih, dan profesional,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan akan menghentikan budaya kerja malas dan asal-asalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

BACA JUGA :
Diduga Langgar Aturan Kehutanan, Operasional PT Multi Sibolga Timber Didesak segera Diaudit

“Kita tutup etos kerja yang tidak disiplin. Hanya dengan semangat baru Tapteng bisa bertumbuh dan maju,” tegasnya.

Menutup arahannya, Bupati kembali menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam menyehatkan masyarakat.

“Tenaga kesehatan harus bergotong royong sesuai bidang masing-masing, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pelayanan kesehatan ibu, anak, dan lansia,” pungkasnya.

Apel tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, pimpinan OPD Pemkab Tapteng, para Kepala UPTD dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tapanuli Tengah, serta PPPK Paruh Waktu Tenaga Kesehatan di lingkungan Pemkab Tapteng, ( M. Laoly ).