Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember mengikuti Zoom Meeting nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, Rabu (7/1/2026).
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa agenda ini menjadi suntikan semangat bagi Jember untuk kembali menempati posisi strategis dalam produksi pangan. Ia menegaskan, Jember pernah menjadi kabupaten dengan sektor pertanian terbaik di Jawa Timur dan optimistis mampu merebut posisi tersebut kembali dalam lima tahun ke depan.
“Saat ini menjadi penyemangat bagi kami. Kabupaten Jember dulu pernah nomor satu di Jawa Timur. Hari ini kita belum nomor satu, tapi kita akan kejar dan mudah-mudahan lima tahun ke depan tercapai,” ujar Bupati Fawait.
Bupati juga membeberkan besarnya alokasi anggaran sektor pertanian baik dari pemerintah pusat maupun APBD Kabupaten Jember. Disebutkan, dukungan dari pusat mencapai sekitar Rp149 miliar, angka tertinggi dalam empat dekade terakhir.
“Perhatian dari pemerintah pusat luar biasa. Ini menjadi bukti keberpihakan terhadap petani. Kami ingin menggandeng kampus dan akademisi untuk memberikan masukan, agar Jember dapat kembali menjadi lumbung pangan tingkat provinsi bahkan nasional,” tegasnya.
Fawait juga mengungkapkan tiga fokus percepatan program pertanian, yakni Optimalisasi lahan pertanian seluas 6.000 hektare, Penanganan kerusakan infrastruktur jalan yang membutuhkan dana sekitar Rp1,2 triliun dan Perbaikan 70 persen infrastruktur pertanian yang mengalami kerusakan dalam 10 tahun terakhir.
Meski tantangan besar, Bupati meyakini momentum dukungan pusat menjadi titik balik kebangkitan pertanian Jember. Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun anggaran 2025, Jember mencatatkan lonjakan anggaran pembangunan pendidikan dan menjadi salah satu daerah penerima bantuan revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia.
“Ini bukti ikhtiar bersama seluruh elemen di Kabupaten Jember. Kami ingin meyakinkan pemerintah pusat pentingnya Jember sebagai lumbung pangan,” tutupnya.














